Anak Penderita Hidrocefalus Butuh Bantuan

0
142
BUTUH BANTUAN: Penyakit hidrocefalus yang dialami Habibi sangat membutuhkan bantuan untuk proses pengobatan. (Hairul Subawaih/Warta Rinjani)

SIKUR, Warta Rinjani—Malang betul nasib yang dialami M Habibi. Bocah 4 tahun tahun ini lahgir dalam kondisi menderita hidrosefalus.

Penyakit dengan penumpukan cairan di kepala ini telah membuat tubuh Habibi semakin kurus. Di lain sisi, pembengkakan pada kepala semakin besar.

Pantauan Warta Rinjani, penderitaan Habibi kian bertambah lantaran tidak diasuh oleh orang tuanya. Ia diasuh oleh neneknya di Dusun Beboneng Desa Semaya, Kecamatan Sikur Lombok Timur (Lotim).

“Orangtuanya sudah berpisah. Terpaksa saya yang rawat,” ungkap neneknya, Ajariah, Kamis (27/2).

Ajariah dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan rupanya merasa kesulitan merawat Habibi. Ia pun tidak sanggup mengobati sang cucu.

Baca Juga  PT GTI dan Pemprov NTB Sepakati Pokok-Pokok Addendum Kontrak Perjanjian Produksi

Ajariah menuturkan, semenjak ditinggal nikah oleh ibunya, hak asuh ditanggungnya bersama suaminya. Akan tetapi dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki untuk mengobati cucunya membuatnya pasrah.

Karena itu, ia berharap ada dermawan yang sudi mengulurkan tangan membantunya. “Rumah saja kami tidak punya. Kami numpang di keluarga,” tuturnya.

Salah seorang warga, Mahrufal mengatakan, sudah lama Habibi tidak pernah dijenguk oleh ayahnya. Tragisnya, sang ayah kini tidak diketahui keberadaannya. Di lain sisi, ibunya sudah menikah dan saat ini sudah memiliki anak yang baru berusia tujuh bulan.

Baca Juga  Pemprov NTB Tandatangani Kesepakatan Addendum dengan PT GTI

Melihat keadaan tetangganya itu, ia juga berharap agar ada dermawan atau pemerintah yang mau membantunya dan bisa meringankan beban Ajariah.

Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Sikur Munawir Gazali menyebutkan, selama ini Habibi telah berjuang untuk sembuh. Pendegarannya juga masih peka serta responnya cepat.

Kendala kesembuhannya sebenarnya akibat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya yang tidak ada. “Bapak dan ibunya sudah lama berpisah. Kami dari pemerintah sudah memperhatikan kesehatannya sejak 2018 yang lalu. Penyakitnya adalah penyakit penyertaan (keturunan),” tutupnya. (yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar