Baiq Maria Oktarina Olah Buah Kelapa Jadi VCO

0
225

MONTONG GADING, Warta Rinjani—Desa Jenggik Utara, Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mempunyai banyak lahan pertanian dan perkebunan yang berpotensi dikembangkan. Namun demikian, kelapa ini belum dimanfaatkan secara optimal dan masih diolah dengan metode sederhana.

Berbeda dengan di tangan Baiq Maria Oktarina. Perempuan 32 tahun ini mengolah buah kelapa menjadi virgin coconut oil (VCO). VCO ini adalah salah satu produk yang saat ini sudah banyak diproduksi oleh nasyarakat luas.

“Di sini kami mengembangkan untuk mengolahnya agar bisa mendatangkan nilai ekonomis dan penghasilan bagi keluarga,” ungkap perempuan yang sehari-hari menjadi admin di salah satu sekolah ini kepada Warta Rinjani, Selasa (21/1).

VCO ini biasanya dikenal dengan nama minyak perawan. Dinamakan begitu lantaran saripatinya alami dari minyak asli kelapa itu sendiri.

Produk ini disebutnya berbeda dengan minyak kelapa biasa. Minyak kelapa biasanya dijadikan sebagai minyak goreng, dimana di dalam minyak itu ditandai dengan adanya kadar air dan asam lemak bebas yang cukup tinggi.

“Bahkan warnanya kecoklatan sehingga cepat menjadi tengik. Daya simpannya tidak terlalu lama, hanya beberapa bulan saja,” sebutnya.

Lewat serangkaian ujicoba, bebernya, ia bisa menemukan teknik pengolahan buah kelapa untuk memperoleh minyak kelapa dengan mutu tinggi dari cara sebelumnya.

“Kita awalnya mencoba  dengan 100 buah. Proses pengolahannya pertama, ambil kelapa yang sudah tua umurnya sekitar 10 bulan untuk mendapatkan minyak murni yang berkualitas tinggi,” ucapnya.

Baca Juga  Pemprov NTB Dukung Feodara di Kompetisi Putri Batik Remaja Nasional

Agar bisa menghasilkan saripati, kelapa tersebut dikupas, diparut lalu ditambahkan dengan air hangat 10 liter. Kelapa yang telah diparut itu kemudian diperas untuk dijadikan santan.

Ternyata, saat memeras kelapa itu, Maria mengaku harus menggunakan sarung tangan. Ini dilakukan demi menjamin kebersihan bahan baku VCO itu sendiri.

Setelah santan didapat, laludaduk menggunakan mixer selama 5 menit hingga berbuih. Setelah ditaruh di botol dan biarkan semalaman selama 12 jam. Hanya saja, posisi botol ditaruh terbalik. Tujuannya untuk memisahkan elemen yang berada di dalam santan.

Setelah 12 jam akan terbentuk lapisan pada botol tersebut. Air akan mengendap pada dasar botol dan airnya kita keluarkan secara perlahan dengan membuka tutup botol sehingga yang tertinggal adalah minyak kelapa murni (VCO) dan buih (blondo).

Dari rangkain itu kemudian berlanjut dengan mulai menyaring menggunakan corong yang dilapisi kertas saring. Hasil dari saringan ini berikutnya ditampung dan ditunggu sampai benar-benar cairan berhenti menetes.

“Cairan yang menetes ini adalah minyak kelapa murni (VCO). Ini sekali kita produksi sebanyak 10 liter dan prosesnya selama 3 hari setelah itu baru kita mendapatkan VCO,” jelasnya.

Setelah mendapatkan VCO, terangnya, kemudian dikemas dan dipasarkan ke masyarakat. Dari kemasan yang telah dibuat, Maria membandrolnya dengan harga yang relatif murah, Rp 20 ribu per botol. Sementara untuk harga per liter dibandrol seharga Rp 80 ribu.

Baca Juga  Curanmor Modus Tebus Lagi Marak di Lotim, 7 Pelaku Diamankan

Dari usahanya ini, jelasnya, belakangan sudah mulai dikenal luas. Pemesan VCO ini juga disebutnya cukup banyak.

Kata dia, pemesan VCO tidak saja dari kalangan warga biasa. Bahkan, pemesanan juga datang dari kalangan pegawai bank dan lain sebagainya.

Banyaknya pemesan, jelasnya, lantaran khasiat minyak ini cukup banyak bagi kesehatan. Khasiat yang diperoleh terutama untuk menurunkan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol.

“Minyak ini juga bisa merangsang produksi insulin sehingga bisa terhindar dari diabetes melitus atau  kencing manis dan banyak lagi khasiatnya,” terangnya.

Demi memastikan produknya ini dapat diterima secara luas di pasaran, Maria sudah  mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, label halal dari MUI juga sudah diamankan.

Sadar dengan makin tingginya permintaan, kini VCO tersebut terus dikembangkan. Tak heran jika saat ini omzet yang bisa dihasilkan mencapai jutaan rupiah. (cr-sul)

Berita dan Photo : Sulpi/Warta Rinjani
Berita Photo : “INOVASI” Berkat ketekunannya berinovasi, Baiq Maria Oktarina sukses membuat minyak perawan (VCO) bernilai ekonomis.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar