Balai Mediasi Tangani 13 Kasus

0
139
Ketua Balai Mediasi Lombok Timur, Dr As’ad SH MH. (Hendri/Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Progres kerja Balai Mediasi Kabupaten Lombok Timur kian terlihat. Buktinya, dari 123 kasus yang masuk telah sukses ditangani.

Kordinator Bidang Administrasi Balai Mediasi, L Dhodi Martha Sumarna  mengungkapkan, dari tiga belas kasus yang ditangani dapat diselesaikan dengan baik. Namun begitu, beberapa kasus masih dalam peroses mediasi saat ini.

“Kita sudah tangani kasus sebanyak 13 hingga saat ini. Namun ada yang sudah dan masih dalam peroses mediasi,” ucapnya kepada Warta Rinjani, Selasa (17/3).

Sementara itu, Ketua Balai Mediasi Lombok Timur (Lotim), Dr As’ad SH MH mengungkapkan, penyelesaian kasus di Balai Mediasi sangat sederhana. Langkah yang ditempuh dengan memberikan pemahaman kepada pihak bersengketa agar menyudahi konflik mereka terkait untung dan rugi yang akan mereka terima.

Baca Juga  Selain Somasi, ASITA Lotim Minta Rekrutmen BPPD Lotim, Diulang

As’ad menjelaskan, proses tersebut akan terus dilakukan selama 30 hari hingga perdamaian di antara kedua belah pihak terjadi. Namun begitu, ia menyebut peroses perdamaian tidak cukup mewakili penyelesaian masalah di tengah masyarakat.

Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan pengadilan untuk menerbitkan regulasi perdamaian antara kedua belah pihak. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya pertikaian di kemudian hari.

Ia menyebut regulasi yang diterbitkan pengadilan tersebut memiliki kekuatan yang sama dengan putusan-putusan yang lain. Ia menyebut, regulasi tersebut memiliki kekuatan hukum yang tidak bisa dibanding, selain itu regulasi itu juga memiliki nilai eksekutor. 

Baca Juga  IKLAN

“Kita selesaikan dengan konsep yang sederhana, saat peroses mediasi kita berikan pemahaman mengenai persoalan tersebut. Hal itu berlangsung hingga 30 hari kedepan hingga kedua belah pihak berdamai,” ucapnya.

Namun tidak cukup dengan itu, setelah dimediasi pihak-pihak yang bersengketa didorong menuju ke pengadilan. Kesepakatan yang ada antara pihak yang bertikai dibuatkan regulasinya. Sehingga jika dikemudian hari terdapat pertikaian, pengadilan dapat langsung mengeksekusi.

As’ad berharap, masyarakat dapat memaksimalkan keberadaan Balai Mediasi sebagai wadah tempat menyesaikan sengketa, terutama masyarakat yang memiliki kasus sengketa keluarga dan lainnya. 

“Kita berharap masyarakat memaksimalkan kehadiran Balai Mediasi di Lombok Timur,” tegasnya. (hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar