Belum Rasakan Manfaat, Petani Sekitar Dam Pandan Dure Mengeluh

0
228

SAKRA, Warta Rinjani – Dam Pandan Dure pasca dibangun tak sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh warg sekitar. Para petani di sekitar bendungan itu misalnya.

Adalah H. Adhi Perwira, salah seorang petani asal Desa Suangi, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Petani yang memiliki lahan di sekitar bendungan itu mengaku belum merasakan manfaat kehadiran bendungan tersebut.

“Padahal sawah kami terletak di bawah bendungan Pandan Dure, namun kenapa kami tidak bisa menikmati air bendungan,” keluhnya kepada Warta Rinjani, Senin (13/1).

Ia menjelaskan, warga Desa Suangi mayoritas mata pencahariannya petani. Bahkan, bukan hanya Suangi, tapi juga di Kecamatan Sakra secara umum.

Menurutnya, jika dikalkulasikan sawah yang berada di kaki bendungan saja sekitar 50 hektar lebih. Apalagi swah-sawah yang jauh dengan bendungan.

Untuk bisa mengairi sawah petani yang berada di bawah kaki bendungan, jelasnya, harus menggunakan mesin pompa air.

Diakuinya ada mesin pompa air bantuan dari Pemda sebagai salah satu solusi. Namun, lagi-lagi harus menambah budget bagi petani.

Keberadaan bendungan Pandan Dure seharusnya menjadi solusi saat musim kemarau tiba bagi petani. Sayangnya, manfaat tersebut belum dirasakan.

Kata dia, jika terus seperti ini maka anggaran petani bertambah. Bukan hanya membayar buruh namun setiap ingin mengairi sawah harus mengeluarkan biaya Rp. 200 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung luas swah yang diairi.

Baca Juga  Gubernur NTB Buka Ruang Dialog yang Tertutup Selama 25 Tahun

Biaya tambahan yang dikeluarkan ini, bebernya, otomatis membuat oembiayaan membengkak. Ini belum terhitung dengan potensi merugi yang akan dialami petani.

Ia mengatakan, bukan hanya biaya yang bertambah, akibat dari kekurangan air pada saat sedang menggarap sawah. Tapi, pertumbuhan tanaman yang ditanam juga tidak sesuai harapan, apalagi berat saat panen juga menurun.

Ditambah lagi pada saat bendungan dibuat, semua saluran iri gasi di bawah bendungan juga ditutup akibat mobil proyek yang mengangkut pasir dan batu.

“Kami sebagai petani berharap secepatnya ada solusi dari pemerintah, mungkin salah satunya dengan membuat kuri, agar sewaktu-waktu bisa air Dam pandan dure bisa kita manfaatkan,” ucapnya.

Senada dengan Kepala Desa Suangi, H. Abdullah mengatakan, Dam Pandan Dure belum ada manfaat ke petani di Desa Suangi.

“Bendungan Pandan Dure belum ada manfaat ke petani. Manfaatnya baru hanya ke satu dusun saja yakni Dusun Batu Bokah. Ada 150 hektar lebih petani disini belum merasakan manfaat dari Dam Pandan Dure,” ucapnya.
Secara terpisah, Petugas Perairan (Pekasih) Sakra Selatan, Lukman Taufik mengatakan, keberadaan Dam Pandan Dure belum memberikan manfaat bagi petani. Tidak adanya air di dekat bendungan membuat kondisi menjadi ironis.

Baca Juga  DPRD Setujui Dua Perda Pemkab Lotim Untuk Ditetapkan

” Jangan sampai kita seperti ayam bertelur mati di kandang,” ucapnya meniru pepatah.

Persoalan ini sebutnya, sudah disampaikan di sela kunjungan Gubernur NTB. Masalah inindisampaika memgingat Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) di Daerah Irigasi (DI) Sakra, adalah kewengan provinsi.

Untuk itu, ia meminta agar saluran air segera diperbaiki dan disambung ke Dam Pandan Dure. Tujuannya, agar dua kecamatan yang belum merasakan manfaat yang luas pertanian sampai dengan 5 hektare ini bisa merasakan manfaat,” tandasnya. (cr-pol)

Photo dan Berita : Saipul Yakin/Warta Rinjani
Keterangan Photo : Para petani di sekitar dam Pandan Dure mengeluhkan air yang tidak ada mengalir ke sawahnya.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar