Belum Semua RTG Terbayar

0
140

SELONG, Warta Rinjani—Progres pengerjaan rumah tahan gempa (RTG) kategori rusak berat sudah mencapai 92 persen lebih. Sisanya akan dikejar selama dua bulan kedepan.

Ketua Tim Percepatan dan Pembangunan RTG Lotim, Muhammad Zamzami mengatakan, progres pengerjaan RTG cukup baik di Lotim dibanding daerah lain. Ini dapat dilihat dengan persentase hasil kerja yang telah dilalui pihaknya.

“Kita sudah mencapai 92 persen lebih. Tinggal sedikit yang akan kita kejar,” ucapnya saat ditemui wartawan, Rabu (29/1).

Cepatnya progres penyelesaian RTG ini, jelasnya, tidak lepas dari keswadayaan warga. Para korban terdampak gempa rela membangun sendiri rumahnya tanpa menunggu cairnya bantuan dari pemerintah.

Baca Juga  Penanganan Bahu Jalan yang Amblas di Pantai Lab. Haji Perlu Kajian

Warga yang membangun rumahnya sendiri ini disebutnya berjumlah 1.526 unit. Dari jumlah itu ada 1.500 yang telah diverifikasi dandinyatakan memenuhi syarat sebagai RTG. Sementara 26 unit lainnya masih harus dibangun kembali.

Kata Zamzami, dari 1526 unit RTG yang dibangun warga ini, ada sekitar 1.212 unit yang sudah terbayar. Sementara sisanya 281 unit belum terbayar.

Baca Juga  SDN 04 Medas Jadi Sekolah Plastik Blok Pertama di Dunia

“Yang belum dibayar ini harus melengkapi syarat administrasi dulu. Selain itu, ada juga yang tidak sesuai spek,” tegasnya.

RTG yang dibangun sebanyak 1.500 ini tersebar di beberapa kecamatan terdampak gempa. Beberapa kecamatan itu seperti Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya.

Ia menjelaskan, progres RTG yang dibangun ini merupakan hasil verifikasi tahun 2018. Dalam verifikasi itu, ada sebanyak 10.266 rumah dikategorikan rusak berat.

“Nah untuk rumah yang rusak akibat gempa Bulan Maret 2019 itu belum kita kerjakan sama sekali. Ini karena dananya belum tutun dari pusat,” tegasnya. (qin)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar