Berulah, Seorang Pelajar SMK Diamankan

0
142
DIBINA: Yayan Permana akhirnya dijemput dari rumahnya untuk diberikan pembinaan terkait aksinya yang berulah saat arus lalu lintas sedang sengkarut. (Hairul Subawaih/Warta Rinjani)

MONTONG GADING, Warta Rinjani–Yayan Permana, 17 tahun, seorang pelajar di sebuah SMK swasta terpaksa berurusan dengan kepolisian. Remaja tanggung ini harus menerima risiko lantaran berulah di depan polisi yang sedang mengamankan jalur lalu lintas.

‚ÄúPelaku kami amankan untuk diberikan pembinaan,” ujar Kapolsek Montong Gading, IPDA Fathul Munir, kepada Warta Rinjani, Sabtu (22/2).

Ihwal diamankannya Yayan bermula ketika pelajar ini standing dan kebut-kebutan di depan aparat kepolisian. Padahal saat itu, aparat sedang mengamankan jalur lalu lintas yang sedang macet karena pengalihan arus.

Ia diamankan sekitar pukul 19.00 Wita. Kala itu, sekitar pukul 17.00 Wita saat ia bersama anggota kepolisian yang lain melaksanakan pam pengalihan arus lalu lintas di jalan Pringgajurang-Paok Motong. Kejadian ini tepatnya di Perempatan Desa Pringgajurang.

Baca Juga  Gubernur NTB Ajukan Pengembangan Geopark Tambora ke Menparekraf. Bang Sandi : 'Kami Siap Support'

Saat itu, jelasnya, datanglah segerombolan anak muda yang beriring-iringan dengan teman-temannya dari arah desa Kotaraja Kecamatan Sikur. Mereka ini menggunakan sepeda motor jenis KLX. 

Di tengah kondisi jalan yang ramai dengan kemacetan yang begitu panjang, salah seorang anak mengambil jalur paling kiri untuk bisa lolos dari kemacetan tersebut.

“Di depan anggota, sepeda motornya berkali-kali distanding,” tuturnya.

Melihat kejadian itu, Kapolsek yang baru beberapa hari bertugas di tempat itu memerintahkan salah seorang anggota mencari keberadaan anak tersebut. Tidak lama kemudian akhirnya anak itu, ditemukan di rumahnya di Dusun Sundi Desa Montong Betok.

Barulah setelah ditemukan diperintah langsung ke kantor dengan membawa sepeda motor serta kelengkapan lainnya. Sesampai di kantor barulah yang bersangkutan dimintai keterangan serta identitasnya.

Baca Juga  Kerap Beraksi di Lotim, Dua Pelaku Spesialis Jambret Diringkus

“Saat ditanya tidak bisa mengelak dan mengakui kesalahannya,” sebutnya.

Fathul, mengimbau kepada para pengguna jalan terutama pemilik sepeda motor, khusunya anak-anak muda untuk tidak lagi kebut-kabut di jalanan. Selain itu, saat berkendara hendaknya supaya menggunakan helm dan melengkapi surat-surat kendaraan dan tidak mengunakan knalpot resing.

“Tujuannya agar tidak merugikan orang lain, keluarga dan diri sendiri,” imbaunya.

Pelaku yakni, Yayan Permana yang didampingi ibunya mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. 

Sementara itu, ibu pelaku Siwa’iyah menyatakan, selaku orang tua sebenarnya ia sering mengingatkan putranya untuk tidak berbuat yang aneh-aneh saat mengendarai sepeda motor. Hanya saja tidak diindahkan.

“Sering dia juga standing di depan saya,” akunya.

Lewat kejadian itu, Siwa’iyah berharap bisa sebagai pembelajaran bagi anaknya untuk tidak melakukannya lagi. “Mudahan-mudahan ini menjadi efek jera bagi anak saya,” harapnya. (yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar