Berumur Sebulan, Proyek Irigasi Rusak

0
159

SAKRA TIMUR, Warta Rinjani—Proyek pembangunan irigasi tersier di Dusun Jebuk, Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur menjadi pertanyaan warga. Proyek yang nilainya ratusan juta ini dikeluhkan lantaran sudah rusak.

Ketua Ikatan Keluarga Pemuda (IKP) Sakra Timur, Muazzin mengatakan, proyek ratusan juta ini merupakan proyek mubazir. Proyek yang belum berumur satu tahun ini sudah banyak kerusakan.

“Proyek ini proyek mubazir, karena belum satu tahun saja sudah rusak parah,” kata Muazzin, kepada Warta Rinjani, Senin (3/1).

Dijelaskan Muazzin, proyek irigasi ini bukannya mempermudah petani, melainkan bikin susah petani. Berapa titik rusak parah sehingga tidak bisa digunakan.

Dia menjelaskan, proyek yang berasal dari Dinas Pertanian Lotim ini melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2019. Proyek yang baru seumur jagung ini sudah rusak saa dilewati air. Irigasi itu langsung lebur.

Baca Juga  Baznas Lotim Lampaui Target Pengumpulan Zakat Selama Ramadhan

Jika dilihat dari kontruksi bangunan, jelasnya, proyek tersebut dibangun asal-asalan. Bangunan tersebut lebih banyak pasir ketimbang semen. Praktis, air lewat langsung hancur. 

Batu dan pasir yang seharusnya menjadi penyangga air sebutnya, kini menjadi penutup lubang irigasi. dampaknya ke sawah warga yang juga bisa jdi rusak. Apalagi jika melihat postur tanah sawah di temopat itu yang merupakan tanah liat, akan cepat terjadi keretakan pada saluran irigasi tersebut.

“Di sini kan tanah liat. Jadi kalau ada kerusukan di pinggir proyek akan menyebabkan tanah pinggir sawah ini juga akan ikut rusak,” ucapnya. 

Dikatakannya, kerusakan ini menjadi keluhan petani. Pasalnya irigasi ini penghubung irigasi pertanian dari Desa Lepak Timur ke Desa Surabaya Utara.

Baca Juga  Hari Donor Darah se Dunia : UTD Dapat Mensuplai Kebutuhan Darah di Lotim

“Kan tidak mungkin air yang dari hulu dibawa lewat sawah orang gara-gara kerusakan ini,” tegasnya. 

Terpisah, petani di wilayah tersebut, Rahmatullah mengatakan, melihat adanya penalutan terhadap irigasi ini awalnya petani sangat bahagia. Namun, melihat kondisi yang terjadi belakangan membuat para petani bertanya-tanya.

Dia mengatakan, yang jadi masalah tahun ini jika ingin menggarap sawah, lewat mana air akan dibawa. Baginya tidak mungkin melewati sawah petani lainnya.

“Sekarang proyek ini jadi beban baru, terutama bagi petani yang di hilir yang mengalami banyak kerusakan. Kita petani berharap dinas memeriksa dan memperbaiki proyek irigasi yang dua bulan lalu selesai ini,” tandasnya. (cr-pol) 

Berita & Photo : Saipul Yakin/Warta Rinjani
Berita Photo : “RUSAK” Saluran irigasi tersier yang dibangun Dinas Pertanian di Dusun Jebuk, Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur mengalami rusak parah.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar