BKPSDM Lotim Kejar ASN Penipu Warga

0
162
TERDUGA PELAKU: Oknum PNS terduga pelaku penipuan diduga merupakan salah satu sekdes di Kecamatan Sakra Lotim. (Special for Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Korban aksi penipuan yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Lombok Timur (Lotim) terus bermunculan. Laporan demi laporan terkait ulah oknum tersebut terus masuk ke meja Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat.

Kepala BKPSDM Lotim, H Muhammad Isa mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh terduga Sy sangat tidak terpuji. Lebih-lebih yang bersangkutan merupakan bagian dari ASN.

“Tindakan ASN seperti Sy dapat merusak nama baik bangsa. Kita harus berantas aksi-aksi seperti ini,” ucapnya, Rabu (19/2).

Setelah Sy, BKPSDM kini menciduk rekannya yang berinisial Ag. Sosok yang satu ini diduga merupakan patner Sy dalam melakukan aksi kejahatannya.

Ag dipastikan akan ikut diperiksa bersama Sy. Namun begitu, hingga saat ini masih menunggu perintah dari Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menindaklanjuti kasus kedua oknum tersebut.

“Bukan hanya Sy saja, tapi ad juga Ag yang menjadi patnernya,” bebernya.

Baca Juga  Pemprov NTB Ajak Masyarakat dan Influencer Dukung Sulis di LIDA 2021

Isa mengaku akan memproses kedua oknum pelaku penipuan tersebut. Namun, proses harus melalui langkah-langkah prosedural sesuai tingkat kesalahan.

Pengakuan terbaru dari aksi SY ini datang dari seorang warga Desa Suwela, Kecamatan Suwela, Lombok Timur. Korban yang enggan dibeber identitasnya ini berinisial H.

“Saya dijanjikan sejumlah pekerjaan seperti menjadi sebagai pemenang tender proyek. Saya pernah dapat sekali dan pekerjaannya di Desa Karang Baru,” ucap sumber media ini.

H juga mengaku dijanjikan pengadaan sapi. Di pertengahan proses penunggu sapi yang dijanjikan, Sy justru meminta ditransferkan uang sebesar Rp 10 juta. Terhadap permintaan ini, H mengamininya.

Saat meminta uang, Sy diberikan tanpa adanya bukti tanda tangan kwitansi. Di lain sisi, sapi yang dijanjikan juga tak kunjung datang. Belakangan diketahui sapi yang dijanjikan justru diumumkan pengadaannya oleh Dinas Sosial Lotim.

Baca Juga  Lima Pelaku Kepemilikan Sabu Diringkus Satresnarkoba Lotim

“Saat itulah saya paksa dia mulai tanda tangan kwitansi bermaterai 6 ribu. Malah saya buat surat perjanjian, tapi pelaku tidak mau tanda tangan,” ucapnya.

Ia mengatakan, di Suela korbannya berjumlah lima orang. Dirinya adalah salah satunya. Namun, ia tidak menyebutkan dengan jelas nama keempat korban lainnya.

Keempat korban tersebut ada yang dijanjikan SK daerah. Korban ini dijanjikan SK lantaran yang bersangkutan adalah guru honorer.

Ia mengaku mengenal pelaku dari temannya yang dulu sama-sama kerja di salah satu proyek. Saking akrabnya sampai ia menyebut dirinya sebagai bagian tim pemengan bupati dan wakil bupati Lotim pada 2018  yang lalu.

“Kasus ini terjadi tahun 2018 yang lalu, dan dari omongan pelaku tidak ada yang sulit. Semuanya mudah. Namun yang aneh kalau ada keperluan minta transfer,” katanya.

Telusur punya telusur, pelaku penipuan ini diduga adalah salah satu Sekdes di Kecamatan Sakra. Namun ketika diuntit keberadaannya hingga beberapa hari terakhir, sosok sekdes tersebut tak juga menampakan batang hidungnya. (hen/pol) 

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar