BLKI Cetak SDM Siap Kerja

0
137

LENEK, Warta Rinjani—Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) Lombok Timur siap mencetak sumberdaya manusia (SDM) siap kerja. Sumberdaya yang dicetak di lembaga ini siap ditempatkan dimana saja.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pemberdayaan BLKI Lotim, Khairul Zyad mengatakan, terhitung sejak 2016, lembaga ini telah melatih putra-putri bangsa sebanyak 5.433 orang. Mereka yang telah dilatih ini telah bekerja di berbagai tempat sesuai keahliannya.

“Sebelum dipekerjakan, peserta pelatihan diuji kompetensi terlebih dahulu,” ucapnya, kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Beberapa tahapan uji kompetensi yang menentukan kelulusan peserta, jelasnya, yaitu disiplin, sikap dan kecerdasan. Namun, sikap lebih diutamakan saat pelatihan di BLKI Lombok Timur.

Baca Juga  Pemohon SIM di Satlantas Lotim Bisa Dapatkan Vaksinasi Secara Gratis

Dengan memiliki kemampuan kecerdasan saja disebutnya  tidak cukup. Yang paling utama adalah sikap, karena pada saat bekerja nantinya sikap karyawan yang paling utama akan dinilai.

Di BLKI Lotim, jelasnya, jurusan utama yang dilatih adalah kapal pesiar. Pelatihan di jurusan ini merupakan prioritas utama.

Pertimbangan dijadikannya jurusan ini sebagai prioritas karena formasi yang dibutuhkan dalam bidang kapal pesiar sangat banyak. Namun, untuk dapat memasuki jurusan ini, tentunya memiliki syarat yang wajib dipenuhi, terutama pandai berbahasa Inggris.

Berbeda dengan perhotelan, jurusan kapal pesiar memiliki banyak peluang bagi peserta pelatihan untuk bekerja. Mengingat rekrutmen pada jurusan ini disesuaikan dengan kebutuhan kapal pesiar itu sendiri.

Baca Juga  Gubernur NTB Buka Ruang Dialog yang Tertutup Selama 25 Tahun

Senada, Kepala BLKI Lotim, Sabar mengatakan, penyesuaian terhadap kebutuhan kerja merupakan salah satu cara memberi kesempatan bagi peserta. Sehingga kedepan, tidak ada yang menganggur.

“Berbeda dengan perhotelan, saat ini kapal pesiar lebih diutamakan,” jelasnya.

Sabat melanjutkan, bidang perhotelan membutuhkan tenaga kerja minim. Praktis, sehingga nantinya pekerjaan peserta setelah pelatihan belum jelas.

Karena itu, BLKI berusaha melatih sesuai kebutuhan pasar, seperti kapal pesiar ini. “Untuk jurusan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Sehingga nantinya tidak ada peserta yang menganggur setelah mengikuti pelatihan,” ungkapnya. (cr-hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar