BP3AKB Lotim Dorong Dikbud Buat Aturan Tentang Pernikahan Dini

0
76

LOMBOK TIMUR – Pernikahan dini atau perkawinan anak dibawah umur masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemkab Lombok Timur.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur terus mencari terobosan dalam upaya menekan angka pernikahan anak dibawah umur.

Selain mendorong dibuatnya Peraturan Desa (Perdes) tentang pernikahan dini ditingkat desa, pun mengajak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim untuk membuat peraturan tentang pernikahan anak dilingkungan sekolah.

Kepala BP3AKB Lotim H. Ahmat, SKM menilai, kebanyakan anak yang menikah dini tersebut anak yang masih berstatus pelajar.
Untuk menekan angka pernikahan dini di Lotim tidak hanya diatur oleh Perdes saja. Namun semua sekolah juga harus memiliki peraturan tentang pernikahan dini.

Baca Juga  Polres Lotim Amankan Puluhan Preman

“Jadi kalau Perdes aja yang mengatur, terus tidak ada peraturan dan sanksi dari sekolah yang sama dengan Perdes itu, sama artinya bohong juga,” jelas H. Ahmat kepada wartawan, Jum’at, (10/6).

Tingginya angka putus sekolah di Lotim kata dia, sebagian besar disebabkan oleh maraknya pernikahan dini. Jadi, bukan semata-mata karena faktor ekonomi.

Menurutnya, sanksi yang diterapkan di sekolah saat ini dinilai belum efektif dalam mencegah pernikahan dini bagi anak sekolah. Sebab sanksi yang diberikan tersebut terlalu sedikit.

Baca Juga  Soal Perekrutan Anggota BPPD, Ketua DPRD Lotim Kembali Ingatkan Dispar

Tak hanya berdampak pada putus sekolah, ia juga menyebutkan pernikahan dini juga berdampak pada kemiskinan, stunting bahkan tingginya angka kematian ibu dan bayi.

“Dampak yang paling nampak dari pernikahan dini ialah putus sekolah. Putus sekolah ini yang kelihatan sekali, begitu dia SMP kemudian dia kawin, sudah jelas itu akan putus sekolah. Karena tidak ada sekolah yang disiapkan untuk orang-orang seperti itu (anak yang menikah dini- Red),” jelas Ahmat. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar