Bupati Lotim Komitmen Perhatikan Difabel

0
304

SELONG, Warta Rinjani–Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berkomitmen memberikan perhatian dan perlindungan kepada penyandang disabilitas.

Komitmen itu dinyatakan Bupati Kabupaten Lombok Timur HM Sukiman Azmy, saat memberikan arahan pada kegiatan rapat koordinasi bersama dinas dan instansi terkait beberapa hari yang lalu. 

Dalam kesempatan itu, Bupati memerintahkan langsung kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur. Ia meminta agar hak penyandang disabilitas untuk mengakses pendidikan. Hak akses ini dengan membangun sekolah di wilayah selatan dan utara Lotim. 

Di dua lokasi itu, jelasnya, belum ada sekolah bagi penyandang disabilitas. Bupati juga memerintahkan kepada Dinas Dikbud Lotim tidak lagi mengeluarkan penyandang disabilitas dari sekolah-sekolah umum. Mereka harus diberikan kesempatan yang sama mendapatkan pendidikan.

“Tidak boleh lagi ada diskriminasi, perlakukan penyandang disabilitas dengan baik. Jangan sampai mengaburkan masa depan mereka dengan ketidakberpihakan kita,” pintanya.

Baca Juga  Pemprov NTB Tuai Pujian Konsil Kedokteran Indonesia

Tetkait dengan hal tersebut, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (Lakpesdam NU NTB) mengapresiasi dan mendukung langkah Bupati Kabupaten Lombok Timur  memberikan perhatian bagi penyandang disabilitas. “Kami mengapresiasi dan mendukung langkah Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy atas komitmennya memperhatikan penyandang disabilitas di Kabupaten Lombok Timur. ini kebijakan yang inklusif dan patut kita dukung,” ungkap Ketua Lakpesdam PWNU NTB Muhammad Jayadi.  

Dikatakannya, sebagai bentuk dukungan Nahdlatul Ulama terhadap komitmen Bupati Kabupaten Lombok Timur ini, Lakpesdam PWNU NTB telah melakukan pendataan dan advokasi. Langkah ini dilakukan terkait permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Timur. 

Dia menyebutkan, beberapa permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas diantaranya adalah stigma negatif. Beberapa stigma itu seperti tidak memiliki identitas legal, akses layanan publik terhambat (pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, budaya). Begitu juga dengan jaminan sosial yang tidak jelas dan minimnya pemberdayaan dan validitas data. 

Baca Juga  Milestone Industri Baru Pencucian Sarang Walet di NTB

Masih kata Jayadi, Nahdlatul Ulama memberikan perhatian serius pada isu disabilitas karena isu ini menjadi salah satu keputusan yang dibahas pada forum Bahtsul Masail Maudhu’iyah Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Pembahasan ini dilaksanakan pada 23-25 November 2019 yang dilaksanakan di Lombok, NTB.

Ia menyebutnya, ini adalah wujud dan bentuk komitmen Nahdlatul Ulama dalam mendukung upaya pemerintah memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas.Temuan dan hasil advokasi permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas di atas akan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Temuan tersebut, jelasnya, sebagai tambahan informasi guna memperkuat komitmen bupati dalam memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas. “Prinsipnya kami mendukung upaya pemerintah kabupaten Lombok Timur dan siap menjadi mitra strategis mengimplemtasikan kebijakan inklusif ini untuk menjangkau mereka yang selama ini jarang mendapatkan manfaat pembangunan,” terangnya. (cr-pol) 

Berita & Photo : Saipul Yakin/Warta Rinjani
Berita Foto : “ADVOKASI” Lakpesdam NU NTB mengadvokasi persoalan disabilitas di NTB.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar