Bupati Sayangkan Data Warga Tidak Valid

0
57

SELONG, Warta Rinjani–Minimnya informasi dan belum validnya data riil tentang kondisi masyarakat di tingkat desa disayangkan Bupati Lombok Timur, Drs HM Sukiman Azmy. Data-data kondisi riil masyarakat di tingkat bawah justru ia dapatkan melalui media sosial (medsos), media massa dan lembaga Non Government Organization (NGO). 

Lontaran itu disampaikan dalam sebuah acara pemberi bantuan kursi roda bagi anak yang digagas lembaga kemanuiaan, Endri’s Foundation, Jumat (31/1), saat pembagian kursi roda di kantor Camat Sakra.

Bagi Sukiman, seharusnya data-data tersebut dapat diakses oleh pemerintah daerah dari pemerintah desa (pemdes) setempat. Dengan begitu, ia tidak sembarangan menerima validitas data jika datangnya dari lembaga yang tidak berkompeten.

Baca Juga  Polres Lotim Gelar Upacara Sertijab Perwira

Katanya, sekecil apapun data-data yang termuat melalui media massa dan lembaga di luar pemerintahan akan menjadi rujukan memvalidasi data sesungguhnya. Dicontohkan, data penderita difabel di tingkat desa belum terverifikasi validitas jumlahnya.

Meski masuk difabel, ucapnya, masih banyak klasifikasi. Hanya pihak yang berkompeten bisa menanganinya. 

“Penangan difabel harus sesuai dengan kategorinya. 

Ada 1.500 orang penderita difabel di Lotim ini belum tersentuh. Padahal diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 37, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kita merasa malu karena yang membantu mereka adalah lembaga dari luar negeri. Kenapa bukan kita yang dialam negeri ini?,” tanya Sukiman Azmy.

Ia meminta agar tidak ada lagi sikap diskriminasi terhadap kaum difabel. Untuk itu,  pada anggaran perubahan agar dianggarkan khusus untuk kaum difabel. Bahkan, kalau bisa dibangun Sekolah Luar Biasa (SLB) agar hak pendidikannya terpenuhi. 

Baca Juga  Hari Donor Darah se Dunia : UTD Dapat Mensuplai Kebutuhan Darah di Lotim

“Jangan ada lagi diskriminasi lagi di bidang apapun, terutama dalam bidang pendidikan,”  pintanya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Zaenul Muttaqin mengatakan, di Kecamatan Sakra hingga saat ini data yang dimiliki  Endri Faoudantion, kaum difabel berjumlah 200 orang. Data tersebut dari usia balita hingga dewasa. 

“Saat ini kita memberikan kursi roda terhadap 15 orang anak. Nanti kalau kursi ini datang lagi acara serupa akan digelar lagi. Namun lokasinya belum pasti, tunggu saja,” janji Zaenul. (cr-pol) 

Saipul Yakin/Warta Rinjani

SANTUNI DIFABEL: Kegiatan pembagian kursi roda oleh Bupati Lombok Timur di Kecamatan Sakra yang difasilitasi oleh lembga Endri Foundation terhadap warga difabel.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar