Bupati Sebut Tiga Indikator Naikkan IPM Lotim

0
146

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net – Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy sedikit kesal dengan program yang sudah dijalankan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam upaya menurunkan angka stunting.  Tetapi faktanya hanya berjalan ditempat.

Menurut Sukiman, selama ini hanya teori saja yang dikembangkan tapi praktek dilapangan malah tidak terbukti sama sekali.

“Kita terlalu banyak berteori. Teori ini, teori itu. Nyatanya tidak ada yang jalan,” kata Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy sedikit protes usai memberikan arahan sosialisasi pencegahan stunting dan pernikahan dini di ruang Rupatama Bupati, Kamis (4/3).

Baca Juga  NTB Care, Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Diakuinya, angka stunting dan pernikahan dini termasuk gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur masih cukup tinggi. Bahkan tertinggi dibanding daerah lainnya di NTB.

Untuk menjawab keluhan itu, Sukiman Azmy berencana memanggil seluruh perangkat desa/lurah dalam waktu dekat untuk mengidentifikasi dan menginventarisir permasalahan dilapangan.

Tidak hanya itu, Pemkab Lotim secara tegas meminta kepada seluruh desa segera membuatkan Peraturan Desa (Perdes)

Baca Juga  Mantan Kades Banjar Sari Ditahan Penyidik Kejari Lotim

” Tanggal 31 Maret ini semua desa harus punya perdes tentang pencegahan perkawinan usia dini.
Tanggal 30 April semua desa harus menjadi kampung KB. Berselang sebulan kemudian tanggal 31 Mei semua posyandu di Lotim harus menjadi kampung keluarga,” perintah orang nomor satu di Lotim itu kepada wartawan.

Keseluruhan instruksi tersebut tambah Sukiman, sebagai indikator untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar