Desa Perian Gelar Pelatihan Bahasa dan Budaya Sasak

0
140

MONTONG GADING, Warta Rinjani – Kemajuan teknologi informasi dalam dunia digital akibat moderinisasi lambat laun membuat tradisi dan budaya Lombok akan tergerus. Potensi bahaya ini penting diantisipasi sejak dini.

Jumat (17/1), Pemerintah Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur (Lotim) menggelar pelatihan bahasa dan budaya Sasak. Kegiatan ini dilaksanakan di aula kantor desa setempat.

“Pelatihan ini sangat penting, karena dunia digital dengan segala kemajuannya bukan tidak mungkin berdampak negatif terhadap bahasa dan budaya kita,” ungkap Sekretaris Desa Perian, Zainul Fuadi, saat membuka kegiatan.

Kemajuan teknologi digital, jelasnya, harus bisa dimanfaatkan sisi positifnya. Lewat kemajuan tersebut kekayaan tradisi dan budaya masyarakat Sasak (suku di Pulau Lombok) harus dipublikasikan.

Baca Juga  Pemohon SIM di Satlantas Lotim Bisa Dapatkan Vaksinasi Secara Gratis

Bahasa dan budaya Sasak, jelasnya, tidak saja sebagai warisan leluhur yang perlu ditradisikan. Jika dipermak dengan baik, kekayaan tradisi dan budaya ini bisa dijual menjadi komoditi pariwisata.

Seiring itu, jelas Fuadi, kebutuhan untuk melestarikan adat dan tradisi ini sangat penting bagi masyarakat Lombok. Ini terutama dapat dirasakan saat acara atau kegiatan adat.

“Misalnya ada acara nikahan atau kawinan. Kita sebagai masyarakat harus tahu apa itu sorong serah dan aji krame,” jelasnya.

Prosesi dan tata cara adat istiadat ini diharapkan tidak luntur di tengah-tengah masyarakat. Jika bisa dilestarikan, maka generasi berikutnya bisa mewarisi nilai-nilai luhur tersebut.

Baca Juga  Kabur Saat Pelatihan di BLKLN Jatim, CPMI Asal Lotim Alami Patah Tulang

Ia mengatakan, pelatihan ini akan dijadwalkan secara rutin. Pihak desa akan melaksanakan pelatihan-pelatihan serupa selama dua kali dalam seminggu.

Sementara itu, pemateri pelatihan Lalu Sudirman mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan pelatihan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat berkesinambungan demi menjaga warisan leluhur.

“Dengan belajar bahasa dan budaya ini, tidak saja untuk keperluan kita sebagai masyarakat Sasak, tapi juga bisa mendatangkan kesejahteraan di masa depan,” tegasnya. (cr-sul)
#
Berita dan Photo : Sulpi/Warta Rinjani
Berita Photo : “PELATIHAN” Pemerintah Desa Perian menggelar pelatihan bahasa dan budaya untuk masyarakat setempat.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar