Desa Suela Proyeksi Embung Kembar sebagai Spot Wisata

0
312
EMBUNG KEMBAR: Inilah pemandangan Embung Kembar yang diproyeksi sebagai wisata baru di Desa Suela. (Hendri Setiawan/Warta Rinjani)

SUELA, Warta Rinjani—Berwisata di Desa Suela kini sudah ada pilihan. Selain bisa ke sumber mata air Lemor, di desa ini juga ada Embung Kembar.

Sepanjang jalan menuju Embung Kembar, pengunjung akan disuguhkan pemandangan memanjakan mata. Spot wisata dengan jarak tempuh sekitar 300 meter dari akses jalan utama ini dikelilingi pemandangan sawah bersusun yang asri.

Kepala Desa Suela, Rosyidi mengatakan, desanya memiliki banyak potensi alam yang layak dikelola. Selain pertanian, beberapa potensi lainnya seperti sektor pariwisata tak kalah menjanjikan.

“Salah satu spot destinasi yang patut dikunjungi di desa kami adalah Embung Kembar,” ungkapnya kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Baca Juga  Bappenas RI Siap Bantu Kembangkan STIPark NTB dan Gesa Pembangunan Smelter

Di destinasi baru ini, terangnya, ada beragama tawaran keindahan yang dapat disaksikan. Dari semua panorama yang disuguhkan merupakan landscape alami.

Senada, Sekertaris Desa Suela Hirsan Budi mengungkapkan, sepanjang jalan embung kembar menawarkan pesona alam yang berbeda. Ia menilai keberagaman itu akan menjadi daya tarik tersendiri daerah tersebut.

“Sepanjang jalan menuju Embung Kembar, ada beragam pesona alam yang kita miliki,” terangnya.

Setelah Embung Kembar, bebernya, pemerintah desa telah mencanangkan destinasi wisata baru. Pihak desa disebutnya akan melirik melirik mata air dan lainnya. Salah satunya yakni akan mendirikan museum tani.

Ia menilai museum tani ini penting mengingat kembali aktivitas desa dimasa lalu. Lewat museum tani diharapkan bisa mengabadikan kearifan lokal desanya.

Baca Juga  Sembalun Jadi Pusat Pembelajaran Gratis

Demi mempersiapkan museum tersebut, dirinya bersama-sama dengan Pokdarwis setempat mulai bergerak mencari segala bentuk alat pertanian desanya di masa lalu. Alat pertanian kuno tersebut rencananya akan dipajang dan diberi nama layaknya museum pada umumnya.

“Saya rasa alat cocok tanam di masa lalu ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan wisata di daerah ini,” ucapnya.

Hirsan berharap, museum pertanian itu nantinya akan menjadi ruang edukasi bagi banyak pihak. Lewat museum itu setidaknya sebagai ejawantah pengenalan kearifan lokal Desa Suela bagi generasi masa depan. 

“Kami berharap museum ini nantinya akan menjadi ruang edukasi pengenalan kearifan lokal Desa Suela. Dengan begitu generasi berikutnya mengetahui bagaimana sejarah perjuangan nenek moyangnya,” tegasnya. (cr-hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar