Diduga Bantuan Diperjual-Belikan, Diskanlut Lotim Turun ke Lokasi

0
138

Warta Rinjani – Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Lombok Timur, akan menindaklanjuti adanya informasi yang berkembang terkait bantuan yang diduga diperjual-belikan oleh sejumlah oknum kelompok penerima bantuan di Desa Tanjung Luar dan Labuhan Haji, Lombok Timur.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskanlut Lotim, Azis, S.Pi menegaskan, kendati ia belum mengetahui persis adanya permasalahan tersebut, informasi masyarakat harus ditindaklanjuti. Sebab, kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun silam adanya oknum kelompok yang memperjual-belikan bantuan pemerintah untuk kepentingan mereka sendiri.

Azis,S.Pi, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskanlut Lotim

“Apapun dalihnya, bantuan dari kementerian kelautan RI melalui Diskanlut Lotim tidak boleh dipindahtangankan apalagi dijual. Kami akan menariknya kembali untuk diberikan kepada kelompok penerima bantuan yang lebih berhak,” tegas Azis kepada Warga Rinjani.

Baca Juga  Sembalun Jadi Pusat Pembelajaran Gratis

Dalam penyerahan bantuan itu tambah Azis, masing-masing kelompok telah dibuatkan Berita Acara Penyerahan (BAP) dan perjanjian agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bahkan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada oknum kelompok nelayan tidak akan diberikan bantuan lagi.

“Jika bantuan itu dijual, Diskanlut akan tarik langsung bantuan tersebut. Terkait oknum kelompok itu kepada siapa mereka menjualnya, itu urusan oknum dengan si penadah. Bantuan kepada kelompok dihajatkan untuk mensejahterakan pendapatan para nelayan,” katanya.

Baca Juga  Kapolda NTB : Polisi dan Pemuda Bersinergi Menjaga Kondusifitas

Dia menyebutkan, sebanyak 4 kelompok penerima bantuan di Desa Tanjung Luar dan 1 kelompok Desa Labuhan Haji masing-masing menerima 1 unit kapal kayu dibawah 3 GT berukuran 10 meter beserta mesin berkapasitas 15 PK dan alat tangkapan ikan lainnya.
Diskanlut Lotim menyalurkan bantuan sebanyak 14 unit kapal beserta alat tangkapan nelayan dengan nilai mencapai Rp. 1,185 miliar di tahun 2019. (WR002)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar