Diduga Selewengkan Dana RTLH dan BLTDD, Kades Banjar Sari Didemo

0
108

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net – Ratusan warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur terpaksa menyegel kantor desa setempat setelah tidak menemui kata sepakat.

Penyegelan itu berawal ketika sejumlah kepala dusun mempertanyakan surat pernyataan kesediaan mengembalikan dana Bamtuan Langsung Tunai – Dana Desa (BLTDD) dan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). yang diduga diselewengkan sang oknum Kades.

Masyarakat  pun lalu melampiaskan kekecewaannya dengan menyegel kantor Desa.

Kepala Dusun Sepakat, Desa Banjar Sari, Sarwin mengatakan, Kepala Desa Banjar Sari melakukan diduga menyelewengkan dana RLTH sebanyak Lima unit yang berjumlah Rp. 75 Juta dan  BLTDD sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) atau senilai Rp. 190 Juta.

“Disitu sudah jelas kesalahan yang dilakukan oleh Kades. Makanya kami meminta semua APH itu untuk meninjak lanjuti supaya kekecewaan masyarakat ini tidak berlanjut,” ungkap Sarwin. (29/1).

Sebelumnya. Kata Sarwin, Kades Banjar Sari sudah membuat surat penyataan untuk segera mengganti  bantuan tersebut selambat-lambatnya hingga tanggal 29 Januari ini. Namun hingga saat ini belum ada kepastian yang diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga  Mantan Kades Banjar Sari Ditahan Penyidik Kejari Lotim

“Kalau tidak, dia (Kades, Red) harus turun, sesuai dengan konsekuensi surat perjanjian yang dibuat oleh Kades sendiri. Surat perjanjian ini dibuat sendiri oleh Kades, bukan masyarakat yang membuatnya,” katanya.

Salah satu isi surat pernyataan tersebut, jika sudah sampai masa tempo belum direalisasikan, maka kades ini akan mundur. Karena sudah jatuh tempo hiingga masyarakat menuntut perjanjian itu.

Sementara itu, Camat Labuhan Haji, Muhir, Spd menambahkan, guna meredam kekecewaan masyarakat dan menjaga aset desa yang ada di kantor tersebut, ia akan berkantor sementara dalam beberapa hari kedepan.

“Mulai hari ini hingga persoalan ini selsai saya akan berkantor disini sampai kita menemukan jalan keluar yang terbaik,” katanya.

Selain itu, Muhir mendorong Badan Permusawaratan Desa (BPD) untuk segera menyusun tindak lanjut persoalan tersebut dan mengamankan masyarakat Banjar sari.

Baca Juga  Dikbud Lotim Respon Positif Aturan Pernikahan Dini Dikalangan Pelajar

Di lain pihak, aparat Polres Lombok Timur yang berjaga-jaga dilokasi mengamankan sejumlah warga yang menggelar aksi.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP. Daniel P. Simangunsong, SIK, dilokasi aksi menegaskan bahwa pihaknya akan  mendalami kasus yang terjadi.
Sebab, aksi demo hingga penyegelan oleh warga berawal dari perjanjian yang  dilakukan antara warga dan kepala desa setempat.

Meski demikian, Kasat Reskrim berharap masyarakat Desa Banjar Sari agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang bersifat kontra produktif. Apalagi melakukan perbuatan main hakim sendiri. Sebab hal tersebut tidak akan menyelesaikan permaslahan. Justru akan menimbulkan permasalahan baru.

“Karena ini juga masa Covid-19 maka patuhilah Protokol Kesehatan (Prokes),” pinta Daniel Simangunsong. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar