Diduga Tercemar, Lemor Ingin Ditutup

0
261

SUELAWarta Rinjani—Pengelolaan Taman Wisata Lemor di Kecamatan Suela saat ini dinilai sengkarut. Obyek wisata ini dari hari ke hari dinilai semakin tak terurus.

Sekretaris Desa Suela, Ihsan mengatakan, wisata berupa pemandian dan mata air yang mengairi 5 desa sekitar ini disebutnya tidak lagi mendapat perhatian. Padahal, obyek wisata ini menjadi salah satu sumber penghidupan warga sekitar.

“Banyak limbah seperti sampah ditemukan di sekitaran mata air. Padahal selain menjadi tempat wisata, mata air tersebut menjadi sumber mata air bersih masyarakat untuk dikonsumsi,” ungkapnya kepada Warta Rinjani (8/1).

Bila terus dibiarkan kondisinya seperti saat ini, terangnya, Ia khawatir mata air yang diharapkan oleh lima desa tersebut akan tercemar. Buntutnya, sumber mata air itu tidak lagi bisa dimanfaatkan.

Prihatin dengan proses pencemaran yang terus terjadi, pihaknya berencana menutup taman wisata tersebut. Sebagai alternatif, pihaknya kini membuka wisata baru yang tidak jauh dari lokasi wisata Lemor. Hal ini tidak lain adalah untuk menyelamatkan mata air tersebut.

Baca Juga  Bahu Jalan Wisata Pantai Labuhan Haji Ambrol

Apa yang terjadi di wisata Lemor kondisinya berbanding terbalik saat masih dikelola masyarakat. Selain terawat, masyarakat juga mendapat manfaatnya secara ekonomi. Hal ini karena masyarakat merasa memiliki mata air tersebut.

Sebelum mata air yang dijadikan sebagai obyek wisata ini benar-benar tercemar, ia meminta agar pemerintah merespon kondisi tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, H Marhaban mengatakan, masih belum memberikan konfirmasi terkait pencemaran akibat sampah di wisata Lemor.

Merespon masyarakat Suela, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, H. Marhaban, ST mengakui bahwa beberapa waktu lalu terjadi konflik pengambilan air bagi masyarakat. Pihak desa disebutnya seolah-olah pengelolaan oleh Dinas LHK Lotim dianggap mengganggu. 

“Jika ada yang merasa dirugikan atau komplain atas pengelolaan sumber air wisata Lemor itu, silakan ke Dinas LHK,” tantang Marhaban.

Baca Juga  NTB Care, Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Marhaban, menyinggung masalah adanya pencemaran yang dikeluhkan masyarakat tidak sesuai fakta. Ia juga meminta kepada masyarakat membuktikan secara faktual jika sumber mata air itu dipenuhi limbah.

“Pencemarannya dari sisi mana? Ini yang perlu diklarifikasi. Jikalau kotor kita siap benahi,” tegas Marhaban.

DLHK Lotim, sebutnya memberikan perhatian serius dalam menjaga dan mengelola lokasi tersebut. Pihaknya menempatkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang sewaktu-waktu memberikan laporan saat ada keluhan. Termasuk tetap melibatkan masyarakat jika ada tamu yang berkunjung. (cr-hen/cr-yk)

Berita dan Photo : Hendri & Hairul/Warta Rinjani
Keterangan Photo : Keberadaan Taman Wisata Lemor sudah mulai banyak dikeluhkan warga lantaran kondisinya kurang bersih.
Baca juga berita seputar wisata, dan update berita terbaru lainya dari Hendri & Hairul/Warta Rinjani

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar