Dikunjungi Tapanuli Utara, Wabup Lotim Beber Potensi Pertanian

0
60
KUNJUNGAN: Pemkab Tapanuli Utara saat berkunjung ke Lombok Timur dan diterima Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi dan sekda Lotim, HM Juaini Taofik.

SELONG, Warta Rinjani—Potensi Lombok Timur di sektor pertanian membuat Pemkab Tapanuli berniat menjalin kerjasama. Ini ditandai dengan kunjungan yang dilakukan Pemkab Tapanuli Utara ke Lotim, Senin (24/2).

Dalam kesempatan kunjungan itu, Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi membeberkan, salah satu potensi pertanian Lotim adalah komoditas bawang putih. Komoditas ini secara endemik hanya ditanam di Sembalun.

“Kualitas bawang putih yang kami miliki cukup baik. Hanya saja karena kemajuan teknologi, rekayasa dan manipulasi hasil pertanian menjadi gampang. Keaslian dari bawang putih Sembalun sudah dimanipulasi,” ujarnya di hadapan rombongan.

Bibit bawang putih Sembalun, jelasnya, banyak beredar di luar daerah. Bawang puitih yang ada di Sembalun merupakan jenis konsumsi yang diberi label di luar daerah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga  Tahun 2021, Posyandu Keluarga Ditarget 100 Persen

“Yang namanya kemajuan teknologi, tidak ada merk yang tidak di-KW2-kan. Banyak bibit yang dijual di pasar dikirim ke luar daerah dan dilabelisasi,” sambungnya.

Wabup Lotim menyebutkan bibit komoditas bawang putih yang diekspor keluar daerah merupakan bibit yang berkualitas baik. Selain itu, ia mengaku mengadakan kerjasama dengan BPSB untuk memastikan kualitas bibit yang dikirimnya baik. 

Kepastian kualitas bibit dilakukannya dengan meminta pengawasan dari pihak BPSB dimulai dari proses pembibitan hingga siap panen. Selain BPSB, Wabup juga melibatkan Dinas Pertanian dalam pengawasan penanaman hingga siap jadi bibit baru.

“Kita jamin kualitas bibit kita baik, karena kita sudah bekerjasama dengan BPSB untuk mengawasi penanaman hingga bibit baru. Di samping itu kita juga melibatkan Dinas Pertanian,” tegasnya.

Baca Juga  Pemprov NTB Siap Sukseskan Migrasi TV Analog ke TV Digital

Tak hanya itu, Wabup Rumaksi juga menyinggung pangsa pasar yang anjlok paska panen. Ia menilai hal itu disebabkan karena belum jelasnya okupansi yang ditawarkan pemerintah untuk menampung hasil pertanian di Lombok Timur.

Karena itu, Wabup memberikan akses kepada perbankan untuk menjamin harga komoditas bawang putih di masa depan.

“Hasil pertanian kita baik, tapi pangsa pasar pasca panen selalu menjadi persoalan. Karena itu kami berikan akses kepada perbankan untuk menjamin harga pertanian,” ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Tapanuli Utara, Indra Simaremare menyambut baik presentasi dari Wabup Lotim. Dirinya ingin bekerjasama dalam bidang pertanian dengan Lombok Timur.

Ia berharap, dengan adanya kerjasama dengan Pemkab Lotim dapat mengurangi angka kemiskinan di Tapanuli Utara. “Kami berharap dengan ptogram ini, kita dapat mengurangi angka kemiskinan,” tegasnya. (hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar