Dinilai Tidak Transparan, Kantor Desa Terara Didemo

0
160

TERARA, Warta Rinjani – Masyarakat Desa Terara, Kecamatan Terara Lombok Timur (Lotim) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa setempat, Jum’at (24/1).

Koordinator Aksi Bagas dalam orasinya mengatakan, tujuannya aksi tersebut semata-mata memperjelas ketransparansian anggaran dana desa yang dikelola pemerintah desa dalam setiap kegiatan pembangunan desa.

Ia menilai, setiap anggaran pembangunan yang ada di desanya hanya menguntungkan beberapa pihak saja.

“Anggaran dana desa adalah amanah dari Kementeri Desa dan menekankan masyarakat supaya jangan hanya jadi penonton serta tidak apatis dalam mengawasi dana desa,” jelasnya.

Ia menyebut transparansi sangat penting terutama dalam pengadaan barang dan jasa. Proses pengadaan disebutnya harus diketahui oleh semua masyarakat. Faktanya, proses ini dinilai tidak banyak diketahui masyarakat.

Baca Juga  Wabup Lotim : Tirulah Filosofi Maulana Syekh dan Presiden Soekarno

“Kami melihat pengadaan barang dan jasa dikelola oleh oknum tersendiri yakni sekdesnya,” tudingnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Terara, Mustafa SH mengaku, dalam proses pengadaan barang dan jasa bukan dirinya yang mengatur. Ia hanya bertugas melakukan verifikasi terhadap setiap pembelian barang dan jasa.

“Tujuan supaya dibayar oleh bendahara desa kepada masing- masing penyedia,” bebernya.

Setiap pembangunan di desa, bebernya, ada lembaga yang diberikan kewenangan oleh pemerintah desa. Dirinya sama sekali bukan pihak yang berwenang mengatur pengadaan barang dan jasa seperti yang dituduhkan.

Proses pengadaan barang dan jasa, pihaknya juga tidak pernah memerintahkan lembaga yang berwenang yakni Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) melakukan pembelian di salah satu oknum penyedia.

Baca Juga  Sembalun Jadi Pusat Pembelajaran Gratis

“Sampai saat ini juga walaupun keluarga saya menjual sebagai penyedia, tapi saya tidak pernah mengarahkan untuk membeli di situ. Silahkan ditanyakan kepada TPK-nya kalau tidak percaya,” pintanya.

Ketua Badan Permusyaratan Desa (BPD)  Terara, Ridwan memberikan apresiasi kepada masyarakat serta mengajak masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa. Warga diminta menyampaikan aspirasinya dengan baik agar apa yang menjadi tuntutan bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah desa.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang melakukan unjuk rasa supaya kedepan bisa lebih baik dalam mengawal pemerintahan desa,” jelasnya. (cr-yk)
#
Berita dan Photo : Hairul Subawaih/Warta Rinjani
Berita Photo : “DEMO” Warga Desa Terara berunjuk rasa lantaran ada dugaan tidak transparannya pemedes setempat dalam penyediaan barang dan jasa.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar