Dinyatakan Sembuh Covid-19, Direktur PT. SAM Langsung Ditahan Kejati NTB

0
132

MATARAM – Satu lagi tersangka kasus Pengadaan Bibit Jagung pada Dinas Pertanian NTB ditahan Penyidik Kejati NTB.

Direktur PT. SAM, yakni AP resmi ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, pada hari ini, Senin (7/6), setelah selesai dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

AP diperiksa sebagai tersangka oleh Penyidik setelah dinyatakan negatif Covid-19 oleh dokter pada Rumah Sakit Universitas Mataram dengan tetap memperhatikan prokes Covid-19. Pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar 2 (dua) jam dan langsung dibawa dan dititip sebagai tahanan Polres Mataram.

Tersangka AP ditahan oleh Penyidik selama 20 (dua puluh) hari kedepan, menyusul 3 (tiga) orang Tersangka lainnya yang sudah mendekam dipenjara sekitar 1 bulan yang lalu. Ketiga tersangka itu diantaranya, Kepala Dinas Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Barat inisial HF, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial IWW, dan salah satu Rekanan yakni Direktur PT. WBS inisial LIH.

Baca Juga  Bang Zul : Anak Muda Harus Bisa Menyatukan

Dalam keterangan resminya, Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTB, Gunawan Wibisono, SH, MH mengatakan, tersangka AP baru ditahan menyusul tersangka lainnya pada pemanggilan ke 6 (enam) kali. Satu kali mangkir, 1 kali dinyatakan positif Covid-19 oleh Dokter RS Harapan Keluarga, 1 kali dinyatakan positif oleh RSUD Propinsi dan 2 kali dinyatakan positif oleh RSUD Kota Mataram.

“Untuk memastikan kesehatan tersangka, penyidik membawa tersangka pada kali ini di RS UNRAM dengan hasil negatif,” papar Gunawan Wibisono.

Baca Juga  Pemprov NTB Komitmen Membangun SDM

Sebelumnya bahwa Modus dari Kasus ini adalah bahwa bibit jagung yang diserahkan pada masyarakat tidak memenuhi spek sebagaimana petunjuk teknis pengadaan Bibit Jagung dari Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2017 sehingga merugikan keuangan Negara sejumlah Rp. 15.4 M. Namun kerugian negara tersebut merupakan perhitungan penyidik dan masih bersifat sementara sambil menunggu hasil Perhitungan kerugian dari BPKP Perwakilan Mataram. Dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka lainnya. (wr-di)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar