Dipanggil Disnaker, PT AMG Klarifikasi Status WNA Tiongkok

0
107
PANGGIL: Disnakertrans Lotim memanggil PT AMG terkait keberadaan tenaga kerja asing yang ada di perusahaan itu. (Hendri/Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Polemik keberadaan tenaga kerja asing berpaspor Tiongkok di PT Anugera Mitra Graha (AMG) sempat mencuat. Kabar yang beredar, ada 11 WNA asal Negeri Tirau Bambu yang bekerja di perusahaan tambang pasir besi itu.

Tak ingin polemik ini terus berkembang, Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur (Lotim) memanggil manajemen perusahaan itu. Pihak manajemen PT AMG dipanggil, Selasa (25/2).

Pantauan Warta Rinjani, dalam pemanggilan itu tampak hadir Direktur PT AMG, Rinus. Ia didampingi salah seorang karyawannya.

“Dulu memang sejumlah tenaga kerja asing asal Cina kita miliki. Tapi tujuh dari sebelas orang pekerja asing tidak diperpanjang visa kerjanya. Saat ini hanya empat tenaga kerja asing asal Cina yang ada,” ujarnya di hadapan para pejabat Dinaskertrans Lotim. 

Tak ingin sekedar menyampaikan laporan, Rinus lantas menunjukkan dokumen bukti visa kerja keempat warga negara asing tersebut. Namun demikian, ia mengaku hingga kini masih belum melaporkan keberadaan empat WNA yang bekerja di perusahaan yang dipimpinnya.

Baca Juga  Mantan Kades Banjar Sari Ditahan Penyidik Kejari Lotim

Tenaga kerja yang berjumlah 4 orang ini disebutnya sudah mengurus segala perizinan yang seharusnya dilengkapi sejak 2019 lalu. Karena itu, ia memastikan akan segera melaporkan izin dan jumlah tenaga kerjanya saat ini.

Dalam kesempatan itu, Rinus mengaku siap bersinergi dengan Pemkab Lotim. Karena itu, segala hal yang bersangkutan dengan persoalan di perusahaan itu akan terus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat.

Setelah diperiksa, Kepala Seksi Penyelesaian Persengketaan Hubungan Industrial (KASI PPHI)  Disnaker Lombok Timur, Subhan Bahtiar menyatakan, izin operasional yang dimiliki PT AMG masih berlaku hingga 2026 mendatang. Karena itu, dirinya menyatakan PT AMG patuh terhadap aturan termasuk tenaga kerja asing yang dimiliki. 

Baca Juga  H. Rumaksi : PAD Lotim Belum Sesuai Harapan

“Terkait dengan perizinan memang kita tidak memiliki kewenangan. Namun hari ini PT AMG telah menyerahkan izin perusahaan dan tenaga kerjanya,” ucapnya.

Subhan membeberkan bahwa PT AMG telah memenuhi komitmen yang dibangunnya bersama Disnaker beberapa waktu lalu. Yaitu pihak PT AMG akan memasang tenaga pendamping dari Indonesia.

Selanjutnya, Subhan meminta kepada pihak PT AMG untuk meyenrahkan dokumen perangkat hubungan industrialnya yang telah disahkan oleh provinsi maupun dari pusat.

“PT AMG sudah berkomitmen dengan dinas untuk memasang pendamping dari Indonesia dan sekarang sedang berjalan. Mengenai perangkat hubungan industrial lainnya kita minta kepada pihak AMG agar secepatnya mengirimkan kita,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Mukti Ali, berharap pihak PT AMG memberikan sertifikat teknisi kepada tenaga lokal yang telah dibimbingnya. Selain itu, ia juga berharap PT AMG sepenuhnya menggunakan tenaga lokal.

“Setelah dibimbing, kita berharap pihak AMG memberikan sertifikat sebagai tenaga teknisi kepada pekerja lokal,” ucapnya. (hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar