Disnaker Lotim Gagalkan 12 CTKI ke Malaysia

0
99
Foto : Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja (PPTK) Disnakertrans Lombok Timur, M. Hirsan. (doc/Sid)

LOMBOK TIMUR – Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, berhasil mencegat 12 Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang hendak ke luar negeri tujuan Malaysia.

CTKI atau Calon Pegawai Migran Indonesia (CPMI) ingin bekerja sebagai tenaga kerja secara non-Prosedural atau ilegal.

Untuk pertama kalinya, pihak Disnakertrans Lotim mendapatkan informasi dari masyarakat langsung tentang adanya CPMI yang berangkat ke Malaysia secara ilegal. Bersama tim Satgas langsung menindak lanjuti informasi tersebut.

Kepala Bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Lotim, Hirsan mengatakan rencananya 12 CPMI ini akan berangkat melalui Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju ke Surabaya dan kemudian ke Batam. Dua diantaranya identitasnya sudah diketahui.

“Saat itu mereka sedang di ruang tunggu dan petugas bandara beserta kepolisian mendatangi mereka. Saat dilakukan interogasi, mereka (CPMI, Red) sempat adu mulut dengan petugas, karena tidak mau mengakui perihal keberangkatannya itu,” terang Hirsan kepada wartawan, Selasa (25/5).

Baca Juga  Soal Kuota CPNS dan PPPK Lotim, BKPSDM Akui Ada Kesalahan Teknis
Foto : 12 CTKI asal Lotim yang hendak ke Malaysia digagalkan keberangkatannya di BIL . (doc / ilustrasi)

Pihaknya kata Hirsan, bukannya melarang bekerja di Malaysia. Tetapi hendaknya dengan cara resmi atau prosedural.

Adapun dalam pemberangkatan CPMI tersebut, tidak ada sponsor atau tekong yang mempertanggung jawabkannya. Kata hirsan saat diinterogasi para CPMI tersebut tidak mau menyebutkannya, sehingga hal tersebut membuat pihak Disnakertrans tidak bisa menuntut dan meminta pertanggung jawaban dari tekong.

” Mereka mengaku berangkat secara pribadi, dan mereka tahu kalau yang dilakukan itu ilegal. Karenanya kami tidak tahu meminta pertanggung jawaban kepada siapa, terkait biaya pemberangkatan itu, karena mereka tidak mau menyebutkanya,” tutur Hirsan.

Baca Juga  Tahun 2021, Posyandu Keluarga Ditarget 100 Persen

Perlu diketahui, pesan Hirsan, hingga saat ini Negara Malaysia masih tutup, sehingga belum bisa menerima CPMI. Adapun jika nantinya malasiya sudah mulai membuka negaranya kementerian tenaga kerja pasti akan bersurat kepada Pemda Lotim.

Adapun dari 12 CPMI yang berhasil dicegat keberangkataannya itu, 11 diantara berasal dari Dusun Mentaun Desa Montong Baan Kecamatan Sikur, sedangkan satunya lagi berasal dari Masbagik.

Setelah berhasil dicegat oleh petugas bandara, kata dia, pihaknya langsung melakukan penjemputan terhadap 12 CPMI tersebut ke bandara. Lalu dibawa ke kantor Disnakertrans Lotim. kemudian diberikan pemahaman dan edukasi terkait pemberangkatan ke Luar Negeri. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar