Dua Toma Lotim Diduga Terpapar Corona

0
5146
KETERANGAN PERS: Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy saat memberikan keterangan pers terkait duia toma yang terpapar Virus Corona. (Suhaidi/Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Langkah sigap, cepat dan tanggap diambil Pemkab Lombok Timur mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19). Ancaman nyata itu kini mulai terasa saat dua orang yang dikenal menjadi tokoh masyarakat di daerah ini tengah dalam pengawasan intensif dan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Propinsi NTB sejak 17 Maret 2020 silam.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan, kedua tokoh masyarakat tersebut telah menjalani perawatan meski kondisinya sudah membaik. Sejauh ini, apakah kedua tokoh masyarakat tersebut terpapar atau tidak virus Corona masih menunggu diagnosa dan hasil laboratorium dari Kementerian Kesehatan RI.

Bupati Lombok Timur juga akan mencari tahu dengan menelusuri siapa yang pernah melakukan kontak secara langsung dengan kedua tokoh masyarakat itu. Termasuk saat keduanya berada di Jakarta yang dianggap rentan dengan penyakit Covid 19.

“Kami akan telusuri dengan membentuk tim kapan dan dimana mereka (kedua tokoh) itu pernah melakukan kontak dengan siapa,” ujar Bupati Sukiman kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di kediaman resminya, Senin (23/3).

Baca Juga  H. Rumaksi : PAD Lotim Belum Sesuai Harapan

Sukiman mengakui, kedua tokoh tersebut sempat berkonsultasi di salah satu rumah sakit swasta di Lombok Timur. Namun, pihak puskesmas kembali merujuk kedua  tokoh itu untuk menjalani rawat inap di RSUP NTB di Mataram.

“Yakinlah, kedua tokoh masyarakat itu sudah melewati masa kritis dan menjalani 14 hari masa isolasi. Kami menginformasikan seperti ini agar masyarakat tidak panik apalagi sampai terjadi kegaduhan. Kita tidak main-main dengan persoalan wabah virus Corona ini,” tegas Sukiman.

Meski membeberkan adanya dua tokoh masyarakat yang terpapar Corona, sukiman menolak membeberkan identitas mereka.

Mengantisipasi kemungkinan yang lebih meluas, Sukiman telah memerintahkan jajaran terkait melakukan penyemprotan disinfekstan di sekitar rumah kedua tokoh masyarakat tersebut. Termasuk lingkungan tempat tinggal lainnya. Bahkan, Sukiman juga telah menginventarisir masyarakat lainnya yang melakukan kontak langsung pada pasien bersangkutan sepulang  kunjungannya dari Jakarta. 

Baca Juga  BP3AKB Lotim Dorong Dikbud Buat Aturan Tentang Pernikahan Dini

Bupati Sukiman juga mengaku merasa tidak penting untuk mengungkap ke publik identitas kedua pasien yang diduga terpapar Virus Corona tersebut. Di sisi lain, Sukiman Azmy juga telah mempersiapkan fasilitas kesehatan berupa kamar rawat inap dan sebagainya jikalau ternyata ada yang terpapar virus Corona.

Di RSUD R. Soedjono Selong misalnya. Disebutnya telah menyiapkan sebanyak 40 kamar rawat inap. Jika tidak bisa menampung pasien nantinya, Rumah Sakit Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji juga telah dipersiapkan. Tidak menutup kemungkingan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Labuhan Lombok sebagai lokasi alternatif.

Ia juga memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menunda atau membatalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lombok Timur. APBD itu nantinya dihajatkan untuk membeli peralatan medis yang dibutuhkan dalam mengisolasi masyarakat yang terpapar virus Corona jika nantinya ada.

Seluruh peralatan tersebut nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas. Termasuk penyemprotan disinfekstan ke sekolah-sekolah dalam membatasi ruang  gerak penyebaran wabah Virus Corona. (dy) 

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar