Dugaan Pungli, FKSPN Ancam Lapor Dispar Lotim

0
161

Montong Gading, Warta Rinjani – Ketua Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) NTB Lalu Iswan Mulyadi menduga adanya permainan retribusi pungutan tiket masuk ke lokasi obyek wisata Otak Kokoq (Joben), Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur.

Bahkan, ia mengancam akan melaporkan Dinas Pariwisata Lombok Timur ke aparat penegak hukum terkait pungutan liar (pungli) selaku pengelola penuh wisata air terjun tersebut.

“Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim yang bertanggungjawab atas indikasi dugaan pungutan liar pungli obyek wisata Otak Kokoq dengan cara menarik pungutan karcis yang seharusnya menjadi wilayah hutan konservasi dan menjadi kewenangan kementerian Kehutanan,” terang Iswan Mulyadi kepada wartawan di gedung DPRD Lotim, belum lama ini sembari mengatakan bahwa pertemuan tersebut terkait hajat hidup orang banyak, termasuk pula berkaitan dengan hukum.

Baca Juga  Pemprov NTB dan BI Bersinergi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Iswan Mulyadi juga membeberkan sejumlah bukti adanya pungli yang dilakukan oknum Dispar Lotim. Termasuk bukti lain mengenai Surat izin Menteri kehutanan yang diberi kewenangan kepada PT. Joben Ever Green sebagai pihak pengelola untuk mengelola wisata Joben.

Diakuinya bahwa saat ini Joben secara de facto masuk dalam wilayah hutan konservasi. Namun, Dinas Pariwisata masuk tanpa mengantongi izin.

Baca Juga  Polres Lotim Amankan Puluhan Preman

Iswan Mulyadi menyoroti tentang besaran setoran retribusi kepada daerah yang dinilai sangat minim jika dikelola oleh Dispar Lotim.
Jika dikelola PT.Joben Ever Green, bisa memberi PAD kepada Lotim hingga Rp. 850 juta pertahun dibanding Dinas Pariwisata yang hanya Rp. 375 juta.

“Pihak ketiga saja berani sampai Rp. 850 juta. Sedangkan Dispar yang mengelola langsung obyek wisata itu minim kontribusi kepada daerah. Nah, Ini ada apa,” tanya Iswan Mulyadi.(005)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar