Endri’s Foundation Serius Advokasi Kebutuhan Difabel

0
441

SAKRA, Warta Rinjani–Endri’s Foundation (EF) Lombok Timur (Lotim) akan serius mengawal difabel di Lotim.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Endri’s Foundation Lotim, Zainul Mutaqqin, kepada Warta Rinjani, Selasa (10/2).

Ia memandang Lotim belum menjadi daerah ramah inklusi. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan di Lotim agar lebih ramah terhadap warganya yang berkebutuhan khusus.

Yang paling sederahana kata Zainul, yakni pelayanan hak-hak dasar warga difabel. Hak dasar yang dimaksud adalah seperti yang tertuang dalam pasal 3 undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. 

Pada pasal tersebut, terangnya, penghormatan, pemajuan, perlindungan, pemenuhan hak asasi manusia serta kebebasan dasar penyandang disabilitas hendaknya diberikan secara penuh.

Baca Juga  Bunda Niken Tegaskan PKK NTB Siap Menjadi Organisasi Modern

Ia mengatakan, amanat undang-undang belum terlaksana dengan baik di Lotim.

Ia mengatakan, keberadaan EF saat ini selain memberikan bantuan, juga akan mengadvokasi terhadap segala persoalan difabel sesuai amanat undang-undang. “Jangan sampai orang difabel ini terus-terusan mendapat subordiasi dari berbagai pihak. Ia juga manusia ciptaan Tuhan, sama seperti kita, hanya saja ia diciptakan untuk mendapat perhatian lebih saja,” katanya. 

Ia berharap pemerintah desa terlibat penuh dalam proses pengarusutamaan warga duifabel. Jangan hanya membangun desa tanpa perencaan yang jelas. Apalagi tahun 2020 ini, cita-cita pemerintah melalui anggaran dana desa (DD) untuk meciptakan desa inklusi. 

“Jadi saya berharap ada pelatihan khusus untuk difabel di desa guna meningkatkan SDM mereka,” harapnya.

Baca Juga  Pemkab Lotim Terima Bantuan KJA Senilai Rp. 10 Miliar

Terpisah Direktur Lombok Disablity Center (LDC), Lalu Wisnu Pradipta mengatakan, ia berharap dengan kepengurusan baru EF di Lotim bisa bersinergi dengan berbagai pihak. Terutama dengan pemerintah dalam hal ini SKPD terkait.

Ia mengatakan, hal ini penting untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat terutama menyangkut difabel. 

Dikatakannya, EF masih punya PR besar di Lotim yakni melakukan pendataan jumlah difabel terutama yang ada di pelosok-pelosok desa. Sejauh ini, persoalan data tersebut tak kunjung selesai.

“Walau pemerintah mulai mendata namun tak akan bisa optimal karena yang mendata adalah orang orang yang tak memahami masalah difabel. Untuk semua pengurus EF diharapkan lebih banyak di lapangan mendata dan memantau masyarakat,” tandasnya. (cr-pol)

EF for Warta Rinjani

Foto: Zainul Mutaqqin

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar