Fakta Unik Jalur Pendakian Sesaot-Rinjani

0
156

GERUNGWarta Rinjani—Wacana membuka jalur pendakian Gunung Rinjani melalui Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) mulai viral. Ini dikarenakan sejumlah fakta yang disuguhkan jika tacking melalui jalur ini.

“Salah satu fakta yang unik dari jalur pendakian Sesaot ini adalah jalur terlandai,” ungkap Ketua Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sesaot, Azudin Nur, Kamis (9/1).

Tak hanya menyajikan jalur terlandai, jelasnya, tapi juga jalur ini dalam sepanjang perjalanan akan mudah ditemukan sumber mata air. Bahkan jalur ini juga disebutnya menyuguhkan view yang tak kalah indahnya dibanding jalur lain.

Oleh para pendaki yang pernah menapaki jalur ini, jelasnya, jalur pendakian Sesaot disebut sebagai “jalur suci”. Sebutan ini disematkan lantaran umat Hindu mengambil air di salah satu mata air untuk kebutuhan bersuci.

Apa yang dilontarkan pria yang karib dipanggil Jabot ini mengemuka kala mempresentasekan rencana pembukaan jalur Sesaot-Rinjani di Ruang Rapat Jayengrane, Kantor Bupati Lombok Barat di Gerung.

Di hadapan Bupati Lombok Barat serta serta jajarannya, Jabot secara panjang lebar menyebut fakta unik lainnya. Selain jalur terlandai, panorama serta jalur suci, jalur ini merupakan yang terdekat dengan pusat kota.

Baca Juga  Tahun 2021, Posyandu Keluarga Ditarget 100 Persen

Kata Jabot, di sepanjang perjalanan ke Rinjani, para pendaki akan melewati rimba belantara yang dihuni habitat endemik Pulau Lombok. Sebut saja seperti Celepuk Rinjani, Paradok Saurus Rinjanikus (musang Rinjani), sapi hutan, pohon purba dan pohon cemara endemik Rinjani (mayang mekar).

Tidak sekedar itu, ada fakta unik lain seperti menyimpan sejarah suku Sasak dan situs bangunan purba di dalam kawasan hutan. “Mungkin yang paling disukai pendaki dan wisatawan adalah satu-satunya jalur pendakian dengan ruas jalan terlebar,” sebutnya.

Daya tarik pendukung sepanjang jalur, kata Jabot, ada dua air terjun dan gua alam. Ada juga situs bangunan bersejarah serta puluhan hektar tanaman khas pegunungan yang menyerupai Sakura Jepang.

Potensi inilah yang diharapkan Jabot agar semua pihak mendukung rencana membuka jalur menuju Rinjani melaui Sesaot. “Jika ini terealisasi, tidak menutup kemungkinan warga kita yang hobi menebang kayu (illegal loging) bisa beralih profesi menjadi porter, pemandu wiata atau pawang,” ucapnya.

Di tempat sama, Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid memberi angin segar untuk jalur Sesaot-Rinjani ini. Namun apa yang disampakan Jabot dinilai hanya sebatas kondisi positif. Sementara hal-hal negative melalui jalur pendakian alternative ini belum dipresentasekan.

Baca Juga  Terkait Penarikan Retribusi Pantai Suryawangi, Camat Labuhan Haji : Itu Bukan Pungli

“Sisi negatif terutama keselamatan dan keamanan wisatawan sangat perlu juga dieksplorasi. Kita butuh informasi itu,” ucap Fauzan.

Terkait pembukaan jalur yang melibatkan tiga desa (Sesaot, Buwun Sejati dan desa Pakuan), kata bupati, sebagai bahan persiapan, sudah mendapat laporan dari Kepala Bappeda Lombok Barat, Rusditah S.Sos. Dari laporan terebut, bupati langsung komunikasi dengan Kadis Kehutanan Provinsi NTB sekaligus penanggung jawab geopark.

“Beliau langsung antusias, justru saya disuruh memilih Sesaot atau Kumbi, tapi saya langsung jawab dua-duanya,” katanya.

Dipilihnya dua jalur ini, kata Fauzan, lantaran ia tidka ingin salah satu dari dua alternative itu akan merasa iri. Fauzan tidak ingin ada kecemburuan dari pihak Desa Buwun Sejati dan Pakuan.

Dari komunikasi itu, pihak Dinas Kehutanan NTB disebutnya perlu ada persiapan. Namun persiapan tersebut tidak dirinci bupati. Hanya saja, sebagai tindak lanjutnya, dalam waktu dekat pihak Dinas Kehutanan NTB akan memfasilitasi pertemuan.

“Insyaallah, kayaknya ini menarik, termasuk cerita-cerita yang disampaikan ketua Pokdarwis supaya dinarasikan, meskipun kita ini sebenarnya suka dibohongi,” canda Fauzan. (lpa)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar