Fina Wahyuning Tiyas, Finalis Putri Remaja NTB 2020

0
178

SURALAGA,Warta RinjaniBANGGA! Perasaan itu tengah menyelimuti Fina Wahyuning Tiyas. Gadis desa kelahiran14 Juli 2001, Desa Gerung Permai Kecamatan Suralaga ini berhasil merebut posisi finalis Putri Remaja Indonesia NTB tahun 2020.

Kepada Warta Rinjani, gadis yang akrab disapa Fina ini mengungkapkan, dirinya ikut audisi Putri Remaja Indonesia berdasarkan informasi yang didapat dari sahabatnya. Dari informasi itu, ia membulatkan tekad ikut ambil bagian.

Melangkah sebagai finalis tidaklah mudah bagi Fina. Untuk sampai di babak itu, ia harus bersaing dengan sekitar 50 peserta lainnya. Namun berkat kemampuannya, ia sukses menyisihkan satu demi satu pesaingnya.

“Saya masuk menjadi salah satu bagian terbaik 20 finalis yang berasal dari berbagai daerah kabupaten kota se-NTB,” ujarnya, kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Sebagai finalis, terangnya, ia berhak tampil ke babak berikutnya bersama peserta yang lain di Mataram.

Event yang bergerak di dunia modeling ini, jelasnya, tidak sanja sekedar melenggokan badan di atas catwalk. Lebuih dari itu, kepiawaian, ketangkasan dan kecerdasan peserta disebnutynya sangat dituntut.

Baca Juga  PT GTI dan Pemprov NTB Sepakati Pokok-Pokok Addendum Kontrak Perjanjian Produksi

Fina sendiri mengaku mulai mengenal dunia modelling setelah ikut Club Model Pageant. Lewat klub ini ia mengaku belajar banyak hal. Di  tempat ini pula ia digembleng agar bisa menjadi model profesional.

Meski bergabung dengan klub modeling, jadwal yang diambil untuk berlatih dipastikan tidak mengganggu aktivitas belajarnya. Biasanya, ia ikut berlatih saat sore hari atau saat hari libur sekolah.

“Ikut kegiatan ini disamping memang suka juga bisa mengembangkan potensi diri,” ungkapnya.

Fina yang masih menimba ilmu di bangku kelas XII MA Mu’allimat NW Pancor ini dibesarkan dari keluarga yang sederhana. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan suami istri Muzonni (alm) dan Rohyah.

Ayahnya meninggal dunia setahun yang lalu. Bersyukur kepergian ayahnya tak membuatnya putus asa walau diakuinya rasa duka masih terasa. Menjadi anak yatim baginya sudah takdir Tuhan.

“Saya harus tetap sekolah dan nanti bisa kuliah demi meraih cita-cita mulia,” tuturnya.

Untuk melanjutkan sekolah, biaya dibantu oleh keluarga. Ini karena ibunya hanya mengurus rumah tangga dan usaha kecil sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  Bahu Jalan Wisata Pantai Labuhan Haji Ambrol

Tak ragu fina mengungkap cita-citanya menjadi bagian dari barisan polisi wanita (Polwan).

Yakin dengan kemampuan dirinya, Fina menyatakan telah siap mengikuti malam final pemilihan Puteri Remaja Indonesia NTB 2020 pada tanggal 9 Februari 2020 di Mataram.

“Fina sudah siapkan untuk malam final. Tapi saya akan tetap berlatih untuk bisa keluarkan kemampuan secara maksimal,” ucapnya.

Terpisah, Sekertaris Camat (Sekcam) Suralaga, Ahmad Subhan mengajak masyarakat mendukung penuh perjuangan Fina menuju kancah nasional menjadi duta NTB.

Tidak hanya itu, ia juga meminta untuk mendukung Fina dari segala sisi, baik media sosial dan lainnya.

“Kita sangat harapkan dukungan masyarakat untuk membantu Fina agar bisa berkiprah lebih luas di pentas nasional,” tegasnya. (cr-hen)

Berita dan Photo : Hendri Setiawan/Warta Rinjani
Berita Photo : “BERPRESTASI” Sekcam Suralaga, Ahmad Subhan berpose bersama Fina Wahyuning Tiyas sebagai wujud kebanggaan atas prestasi siswa itu.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar