Gara-gara RTG, Kades Lendang Belo Polisikan Warga

0
144

MONTOG GADING, Warta Rinjani – Kepala Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur (Lotim), Riadus Sholihin, Senin kemarin, (13/1), melaporkan warganya ke polisi. Laporan disampaikan ke Polsek setempat lantaran ia dipukul dan menyebabkan luka-luka.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Kala itu, seorang warga bernama Abdul Azis, 22 tahun, hendak menanyakan soal rumah bantuan gempa. Sembari mengeluarkan nada keras, ia diterima staf desa bernama Abdul Hamid.

Hamid yang melihat gelagat tak bersahabat itu lantas menyilakan Azis memasuki ruangan kepala desa. Harapannya, di ruang kades akan diberikan penjelasan.

“Ia tidak terima jika dirinya diberikan semen 11 zak. Sementara yang lain menerima 19 sampai 20 zak,” ungkap Riadus Sholihin, dalam laporannya kepada polisi.

Sang Kades yang dihadapkan pertanyaan seperti itu lantas menjawab sekenanya. Bahwa hal itu bukan wewenang pihaknya. Ia pun lantas meminta Azis menanyakan hal itu ke aplikator rumah gempa dan fasilitator.

Baca Juga  Buka Prodi Dokter Spesialis, Wagub NTB Apresiasi FK UNRAM

Tidak terima dengan jawaban Kades, Azis lantas mendorong kursi yang ada di ruangan itu. Karena sudah dianggap tidak sopan dan mewanti-wanti kemungkinan buruk, Sholihin meminta Azis keluar sembari mendorong yang bersangkutan.

Azis yang tak terima dirinya didorong lantas membalikan tubuhnya dan memukul Sholihin. Akibat pukulan itu, Sholihin mengalami luka robek di bagian dagu sebelah kiri.

Apa yang dipaparkan Sholihin kepada pihak kepolisian justru berbeda dengan serapan informasi yang didapat di lapangan.

Azis terang-terangan menyebut bahwa ia dating ke kantor desa mempertanyakan penyelesaian rumah bantuan gempa. Saat hendak bertanya, Kades disebut mengusir dirinya, tapi tidak diindahkan.

Azis mengaku ngotot tidak keluar lantaran harus mendapatkan penjelasan. Tak terima dengan sikap ngeyel yang ditunjukan Azis, Sholihin mengeluarkan kata-kata kotor dan mengejar hendak memukul.

Sadar dirinya sedang dihampiri sasaran amarah, Azis lantas membalas pukulan itu. Sang Kades yang tak terima kemudian mengejar Azis hingga melempar yang bersangkutan.

Baca Juga  NTB Care, Wujud Keterbukaan Informasi Publik

“Saat melempar sempat kena pintu gerbang kantor desa, tapi saya langsung pulang,” ucapnya.

Peristiwa ini belum berakhir. Sekitar pukul 19.00 Wita, pihak kepolisian mendapat kabar jika Kantor Desa Lendang Belo sudah dikepung massa. Mereka yang berkumpul ini sempat melempar pintu pagar, tapi tak sampai ada kerusakan.

Massa ini lantas bergerak ke Mapolsek Montong Gading. Aziz yang sebelumnya sempat dimintai keterangan oleh polisi diminta dilepas oleh warga.

Karena polisi tak ingin memperkeruh suasana, Aziz pun dilepas. Alhasil, massa yang menyanggongi kantor polisi bisa diredakan amarahnya dan kembali pulang. (cr-yk)
_
Berita & Photo : Hairul Subawaih/Warta Rinjani
Keterangan Photo : Jajaran penyidik Mapolsek Montong Gading mengambil keterangan dari pihak-pihak yang terlibat perseteruan.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar