Gubernur NTB Resmikan Kampus Sunan Doe

0
282
Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Lombok Timur, melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Kampus Sunan Doe, di Desa Moyot, Sakra.

LOMBOK TIMUR, Warta Rinjani – Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan warna tersendiri bagi Kampus Institut Sunan Doe Yayasan Ponpes Darussalam Al Kubro, Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.Dalam Kunjungan Kerja (Kunker)  tersebut, selain meresmikan gedung kampus Sunan Doe, Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah  juga akan memberikan bantuan bea siswa bagi 20 mahasiswanya.


Dihadiri Bupati Lombok Timur, Drs. HM. Sukiman Azmy, Forkompimda Lombok Timur dan pejabat lain Provinsi NTB, Bang Zul demikian Gubernur NTB itu disapa akrab mengatakan bahwa kampus yang  besar harus mampu menghadirkan ‘dewa’ atau ‘power’ sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar yang menjanjikan. Demikian pula, kampus dapat dilirik dan diminati oleh orang dari luar daerah.Keberadaan kampus bukan saja menjadi kebanggaan orang disekitar, melainkan idaman semua orang. Sehingga orang tertarik  untuk belajar dan mencari ilmu khususnya di Kampus Sunan Doe ini.

Baca Juga  Hari Donor Darah se Dunia : UTD Dapat Mensuplai Kebutuhan Darah di Lotim

“Sebagai stimulus, Pemprov NTB akan memberikan bantuan bea siswa kepada 20 mahasiswa,” janji Bang Zul, saat peresmian  itu. 
Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy mengapresiasi atensi orang nomor satu di NTB itu.

Menurut Sukiman Azmy, responsif Gubernur NTB karena kepeduliannya untuk memajukan pendidikan, terutama di Lombok Timur sesuai dengan visi dan misi NTB Gemilang.


“Kami yakin pak gubernur sangat menaruh perhatian besar terhadap lembaga pendidikan. Atas atensi itu, masyarakat sangat bersyukur apalagi diberikan bantuan bea siswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus ini,” ungkap Sukiman Azmy.

Baca Juga  Pemprov NTB dan BI Bersinergi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas


Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Darussalam Al Kubro Moyot, Kecamatan Sakra, TGH. Yahya Saleh Al Madani, menyebutkan, saat ini jumlah santri sebanyak 470 orang. Pada tahap awal pembangunan Kampus Sunan Doe ini, hanya seluas 40×30 M2.Kendati belum selesai dibangun, Kampus Sunan Doe diharapkan menjadi salah satu kiblat pendidikan kedepannya. Ia berharap, pemerintah ikut andil membantu pembangunan gedung kampus ini sehingga menjadi lebih baik.


“Dengan santri yang kian bertambah, harus ditunjang dengan bangunan yang mumpuni. Karenanya, mungkin nanti ada perhatian dari pemerintah,” harap TGH. Yahya Saleh al Madani. (sul)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar