Guru Ngaji dan Imam Masjid di Lotim Dapat Dana Insentif

0
125

LOMBOK TIMUR – Guru ngaji dan imam masjid di 21 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur sedikit sumringah saat Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy menandatangani SK pemberian insentif.

Sebanyak 1.556 guru mengaji masing-masing memperoleh insentif sebesar Rp. 1.5 juta. Insentif tersebut hanya diberikan setahun sekali. Sedangkan imam masjid juga memperoleh yang sama dengan besaran masung-masing Rp. 1 juta selama 8 bulan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lombok Timur, Inggu Hardi mengakui bahwa besaran insentif bagi para guru mengaji dan imam masjid sesuai dengan diterbitkannya SK Bupati Lombok Timur.
Bagi Pemda, kata Inggu Hardi, pemberian insentif tersebut merupakan program tahunan dan diberikan pada bulan suci ramadhan.

Baca Juga  Lima Pelaku Kepemilikan Sabu Diringkus Satresnarkoba Lotim

“Momentum bulan ramadhan ini paling tepat untuk diberikan karena para guru mengaji dan imam masjid sangat membutuhkannya,” jelas Inggu Hardi kepada wartawan.

Besaran insentif bagi guru mengaji Rp. 1.5 juta dan imam masjid masing-masing sebesar Rp. 1 juta untuk dibayarkan selama 8 bulan. Tetapi saat ini untuk imam masjid hanya 6 bulan saja insentif yang akan diberikan.

Seluruh guru ngaji yang mendapatkan insentif tersebut telah terdaftar dan terverifikasi pada masing-masing desa untuk diajukan.
Tetapi pengecualian bagi marbot setempat.

Baca Juga  Bang Zul : Anak Muda Harus Bisa Menyatukan

“Tahun ini marbot tidak mendapatkan insentif. Tidak seperti tahun sebelumnya,” akunya.

Selain guru ngaji dan imam masjid, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Lotim juga memperoleh dana hibah dengan besaran yang bervariasi.

“Dana hibah MUI sebesar 100 jt. Sedangkan DMI hanya memperoleh 50 persen dari pagu anggaran,” tandas Inggu Hardi. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar