Hakim Tipikor Nyatakan Mantan Kadis PUPR Lotim dan Rekanan Terbukti Bersalah

0
1107

MATARAM, wartarinjani.net – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Lalu Mulyadi, ST, MT dan kontraktor Direktur CV. Prame Sakre (PS) H. Husnan diputus bersalah masing-masing 1 tahun penjara dan denda Rp. 50 juta serta subsidair 2 bulan kurungan.

Dalam sidang putusan yang diketuai oleh majelis hakim Sri Sulastri, SH didampingi anggota hakim lainnya, L Mulyadi dan H. Husnan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Pasar Tradisional Sambelia, Lombok Timur tahun 2015 lalu hingga menyebabkan timbulnya kerugian negara.

Dalam amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, Lalu Mulyadi dikenakan pasal 3 Jo 55 ayat 1 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun, denda Rp. 50 juta dan Subsidair 2 bulan kurungan.
Dalam sidang putusan itu, barang bukti yang dipergunakan untuk perkara H. Husnan berupa sisa uang sebesar Rp. 29.405.336 dikembalikan kepada terdakwa.

Baca Juga  Kurang Dari 24 Jam, Ibu Pembuang Bayi di Sikur Ditangkap

Demikian pula, hasil putusan untuk terdakwa lainnya Direktur CV. Prame Sakre H. Husnan yang telah melanggar pasal 3 Jo pasal 55 ayat 1   KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dengan denda Rp. 50 juta dan Subsidair 2  bulan kurungan.
Sedangkan untuk barang bukti majelis hakim memerintahkan untuk dikembalikan kepada terdakwa berupa sisa uang sebesar Rp. 29.405.336.

Dalam amar putusan kedua terdakwa, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai L. Muhammad Rasyidi, SH, didampingi JPU lainnya masih pikir-pikir.

“Atas putusan sidang terhadap kedua terdakwa, kami sebagaj JPU masih pikir-pikir,” ujar Rasyidi dalam persidangan, Kamis (18/3).

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan PUPR Lombok Timur L. Mulyadi, ST dan Direktur CV. Prame Sakre, H. Husnan terseret kasus dugaan korupsi pembangunan pasar tradisional Sambelia tahun 2015 silam.

Baca Juga  Kapolda NTB Nilai Kapolres Lotim dan Jajaran Gagal Tegakkan Hukum

Dari hasil temuan penyidik sudah terpenuhi baik unsur materiil maupun formil. Sesuai bukti yang ada, negara dirugikan sebesar Rp. 241 juta.
Nilai kerugian itu didasari sejumlah bagian pekerjaan yang tidak dikerjakan dan ada yang dikerjakan tetapi tidak sesuai spek.

Proyek pembangunan pasar tradisional Sambelia, Lombok Timur bernilai Rp. 1.9 miliar.
Proyek tersebut bersumber dari dana dari APBD Lotim pada  Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Perindag Lotim tahun 2015. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar