Harga Cabe Meroket Karena Adanya Pengiriman Ke Luar Daerah

0
79

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net – Harga jual cabe yang cukup tinggi di pasaran di Kabupaten Lombok Timur disebabkan adanya pengiriman keluar daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lotim Ir. Masyhur menyatakan, tidak stabilnya harga cabe di Lotim disebabkan karena adanya spekulan yang melakukam pengiriman hasil panen ke luar daerah.

“Bukannya kita tidak bisa menstabilkan harga cabe, karena kondisi cabe kita banyak yang ke luar daerah. Cabe kita banyak yang menyeberang ke pulau Jawa,” ungkap Masyhur, Rabu, (24/3).

Dikatakannya, Lombok Timur memiliki luas areal yang cukup untuk penanaman cabe. Dan, tidak akan kekurangan stok jika tidak dikirim ke luar daerah. Sehingga ia memprediksikan jika tidak ada oknum-oknum yang membawa cabe ke luar daerah diyakini harga cabe tidak lebih dari Rp. 50 ribu per kilonya.

Baca Juga  Polres Lotim Gelar Upacara Sertijab Perwira

“Kalau kebutuhan di Lombok, itu kisaran harganya. Tapi barang ini (cabe,Red) keluar, itu faktor penyebabnya,” kata dia.

Karenanya, rencana Dinas Perdagangan Lotim untuk membanjiri pasar guna menstabilkan harga cabe dipasar, hal tersebut tidak bisa dilakukan. Mengingat, sumber produksi cabe tersebut tidak ada.

“Setelah kita mengecek lokasi-lokasi sumber cabe, ternyata mencari produksinya itu sulit. Darimana kita datangkan, arealnya ada tapi produksinya yang minin, karena begitu mau panen, kadang-kadang busuk,” ujarnya.

Baca Juga  Baznas Lotim Lampaui Target Pengumpulan Zakat Selama Ramadhan

Saat ditanya persoalan tidak adanya pengiriman cabe ke luar daerah, Masyhur mengatakan hal itu hanya omongan saja. Namun fakta dilapangan, banyak oknum-oknum pengusaha besar mengirim cabe hasil produksi Lotim ke luar daerah.

“Karena belum ada aturan yang melarangnya ke luar, kalau beras ada yang mengatur kemana dia masuk dan keluar,” katanya.

Adapun ia memprediksi tingginya harga cabe tersebut akan berakhir ketika cuaca sudah mulai membaik.(wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar