Hingga Februari, 138 Kasus Penderita DBD Tertangani

0
52

SELONG, Warta Rinjani–Merebaknya endemi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lombok Timur menjadi atensi pemerintah. Betapa tidak, hingga pertengahan Februari 2020 ini jumlah penderita DBD sudah mencapai 138 kasus.

“Kendati jumlahnya sampai 138 kasus, kita masih belum menetapkan ini ke dalam Kejadian Luar Biasa (KLB),” ungkap Kepala Bidang Pencegahan, Penularan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur, Budiman Satriadi, Senin (17/2).

Terbaru dari kasus yang mencengangkan, jelasnya, adalah serangan wabah DBD melanda Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat yang mencapai puluhan orang. Terhadap serangkain kasus yang ada, dipastikan pihaknya akan terus memantau dan mengawasi perkembangan yang terjadi di masyarakat, terutama di awal musim pancaroba ini.

Baca Juga  Kadis Kominfotik NTB Targetkan 100 Persen Badan Publik NTB Informatif

Selain memantau, pihaknya juga menyiapkan sarana serta obat-obatan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi penyakit itu semakin meluas.

“Memang terjadi peningkatan kasus dibanding tahun sebelumnya dengan periode yang sama di Rensing. Tahun 2019 hanya 10 kasus dan sekarang ini meningkat menjadi 19 kasus,” ungkapnya.

Peningkatan kasus ini belum dianggap sebagai KLB. Tetapi, Dikes Lotim akan selalu mewaspadai dengan menerjunkan petugas medis melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Hasil pendataan tim medis, kata Budiman, ternyata di Desa Rensing masyarakat beternak nyamuk DBD. Itu terlihat setelah sistem pola hidup dan lingkungan masyarakat setempat jauh dari kata layak. 

Baca Juga  Kapolda NTB : Polisi dan Pemuda Bersinergi Menjaga Kondusifitas

Di beberapa tempat milik warga, wadah air milik mereka untuk minum ternak dibiarkan begitu saja. Praktis jentik-jentik nyamuk berkembang biak. Selain itu, lingkungan mereka yang digenangi air tidak dibersihkan.

Selain langkah itu, pihaknya juga tetap melakukan pengasapan (fogging). Pengasapan dilakukan guna menekan perkembangbiakan nyamuk tersebut.

“Tidak hanya di Desa Rensing, Dikes juga melakukan hal yang sama di beberapa tempat yang berpotensi terjadi perkembangbiakan nyamuk DBD,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih. Jika air tergenang hendaknya dibersihkan. Termasuk barang-barang bekas seperti botol dan lainnya dibuang atau dikubur. Biasanya, wadah demikian itu tempat favorit berkembang biaknya nyamuk DBD.(dy)

Dok/Warta Rinjani

DILARIKAN: Korban gigitan nyamuk DBD dilarikan ke Puskesmas oleh para petugas beberapa waktu lalu.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar