Hitungan Angka, Lotim Penduduk Paling Miskin di NTB

0
229

SELONG, Warta Rinjani—Lombok Timur masih menempati posisi teratas dari 10 kabupaten kota di NTB sebagai daerah paling miskin.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur tahun 2019 menyebutkan, angka kemiskinan di Lombok Timur mencapai 193.56 atau 16.25 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 1.3 juta jiwa. Secara absolut, tingkat kemiskinannya cukup tinggi. Namun, dihitung persentase justru Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai daerah paling miskin yakni 29.03 persen atau 63.840 jiwa dari jumlah penduduknya.

“Persentase jumlah penduduk miskin di KLU jauh lebih tinggi dari daerah lain di NTB. Kita ketahui walau penduduknya sedikit tapi tingkat kemiskinan di sana (KLU) cukup tinggi,” ujar Kepala BPS Lombok Timur, Drs. M. Saphoan, kepada Warta Rinjani, Selasa (21/1).   

BPS juga menyebutkan, Lombok Timur menjadi daerah yang memiliki tingkat penurunan penduduk miskin paling tinggi yakni 0.40 persen per tahun dibanding daerah lain di NTB. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).

Baca Juga  Pemprov NTB Siap Sukseskan Migrasi TV Analog ke TV Digital

Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. 

“Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari,” papar Saphoan.

Standar indikator disebut miskin, jelasnya, berapa besar jumlah rupiah yang dikeluarkan oleh setiap orang untuk mencapai 2100 kilo kalori per orang per hari. Mereka yang berada di bawah garis kemiskinan yang mengkonsumsi 2100 kilo kalori per orang per hari ditambah non makanan.

“Orang yang mengkonsumsi makanan dan non makanan melebihi 2.100 kilo kalori per kapita per hari, tidak dikategorikan sebagai penduduk miskin,” ujarnya.

Baca Juga  Baznas Lotim Lampaui Target Pengumpulan Zakat Selama Ramadhan

Dia menambahkan, nilai P1 atau mengukur kedalaman penduduk miskin di Lombok Timur hanya 1,48 persen dari 430,727 jiwa. Jika P1 makin jauh jaraknya dari garis kemiskinan, maka penduduk Lotim dikategorikan sangat miskin.

Semakin lebar jaraknya P1 semakin parah kemiskinan. Demikian pula nilai P2 atau mengukur ketimpangan kemsikinan sesama penduduk miskin. Semakin besar nilai P2 nya semakin besar ketimpangannya yakni 0,25 persen.

Namun, dari nilai P1 dan P2 Lombok Timur masih dikategorikan sebagai kabupaten paling rendah dibanding daerah lainnya. KLU masih menempati posisi tertinggi tingkat garis kemiskinan dan tingkat kesenjangannya. 

M. Saphoan mengungkapkan, secara umum jumlah penduduk miskin di NTB mencapai 735.960 jiwa. Tingkat kemiskinan menurun 0.19 persen dibanding tahun 2018 yang mencapai 737,460 jiwa. (dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar