Homestay Bodong Masih Beroperasi Meski Tidak Berizin

0
132

SELONG, Warta Rinjani – Keberadaan homestay dan sejumlah penginapan lainnya di wilayah bagian utara Lombok Timur, diketahui ternyata bodong. Bertahun-tahun lamanya beroperasi, tetapi kebanyakan tak mengantongi izin. Sebagian homestay di Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, diantaranya, tercatat 10 buah tak memiliki izin operasional. Homestay tersebut masih dikelola oleh orang per orang.

Kepala Desa Tete Batu Selatan, H. Zohri Rahman menyebutkan, sebagian besar keberadaan homestay tidak mengantongi izin operasional. Kendati demikian, pihaknya meyakini pemilik home stay akan taat asas dan aturan jika kebijakan pemerintah mengharuskan mereka mengurus perizinan sebagai bentuk legalitas atas keberadaan homestay dan penginapan.

“Khusus di Tete Batu Selatan, ada 5 buah penginapan dan saya yakin telah memiliki izin. Sedangkan home stay sepertinya tidak ada. Sepengetahuannya selama ini aturan pemerintah tidak mengharuskan home stay mengantongi izin,” kata Zohri Rahman — yang biasa dipanggil ORI pemilik dari Grand Ori Hotel itu.

Baca Juga  Berdayakan Ekonomi Mustahiq, Baznas Lotim Gandeng Instansi Pemerintah

Ia juga berjanji akan membantu pemerintah untuk mensosialisasikan keberadaan home stay termasuk penginapan lainnya jika diantaranya belum mengurus perizinan. Termasuk, membuatkan Peraturan Desa (Perdes) sebagai bentuk legalitas keberadaannya sesuai dengan regulasi yang ada.

Diyakini pula, keberadaan penginapan tersebut akan memberikan dampak positif yang cukup besar terhadap sosial ekonomi masyarakat setempat. Pun, akan memberikan pemasukan bagi daerah.

Baca Juga  Pemkab Loteng Fasilitasi Dekranasda dan LASQI

Pemerintah desa pun lanjut Ori, akan mendata ulang keberadaan home stay dan penginapan yang ada diwilayahnya sebagai bentuk koordinasi agar keberadaannya diakui. Disamping memudahkan

“Kita akan ‘clear – kan pada tahun 2020 untuk dibuatkan Perdes-nya. Apalagi, Tete Batu Selatan dengan program desa membangun ‘Kampung Inggris’. Bukannya tidak mungkin, kehadiran homestay atau penginapan lainnya akan dimanfaatkan oleh mereka yang berniat belajar ditempat itu,” jelas mantan Ketua PPP Lombok Timur itu.***

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar