Homestay dan Penginapan Berizin Bertambah

0
149
MULAI MENJAMUR: Keberadaan homestay dan penginapan di Lombok Timur semakin banyak. Namun demikian, tidak sedikit yang belum mengantongi izin. (Foto Special for Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Jumlah homestay dan penginapan yang ada di Lombok Timur terus bermunculan. Terbaru, ada 158 homestay yang ada dalam daftar Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur (Lotim).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, Muksin mengungkapkan, dari homestay dan penginapan sebanyak itu, belum setengahnya yang mengurus perizinan. Sebagian besar dari homestay dan penginapan itu bodong.

“Kita akan tertibkan dengan jemput bola. Kita yakin jika langakh ini dilakukan akan bisa rampung pperizinannya,” ucapnya, Rabu (19/2).

Muksin membeberkan, hingga saat ini terdata sebanyak 51 homestay dan penginapan yang mengantongi izin. Jika mengacu pada data Dispar Lotim dari jumlah homestay dan penginapan, selisih yang telah dan belum mengantongi izin terlalu senjang.

Baca Juga  Gubernur NTB Buka Ruang Dialog yang Tertutup Selama 25 Tahun

Minimnya daftar homestay dan penginapan yang dimiliki pihaknya, jelasnya, akibat seringnya terjadi perpindahan kantor pelayanan. Akibatnya, dokumen sering tercecer tidak karuan dan tak jarang pihaknya mendata kembali jumlah izin yang terdaftar.

“Karena sering berpindah-pindah kantor, jadi kita kehilangan data, sehingga kita daftar ulang,” ucapnya.

Terpisah, Kadis Pariwisata Lotim, H Mugni mengungkapkan, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap homstay dan penginapan yang beroperasi tanpa izin. Setiap homestay harus mengikuti regulasi yang telah ditetapkan. Karena itu, ia juga meminta setiap pengusaha segera mengurus ke Dinas Perizinan. 

Baca Juga  Industri Pencucian Sarang Walet Bisa Tingkatkan Nilai Ekspor

“Banyak homestay yang tidak berizin, sehingga harus ditertibkan kecuali yang baru mulai dibangun. Namun mereka juga harus mengikuti regulasi yang ada. Untuk itu kita minta kepada pengusaha yang belum agar segera membuat izin,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban dan Ketentraman Umum (Trantibumranmas) Satpol PP Lombok Timur, L Purwadi mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan dari kedua dinas terkait. Tak ayal hingga sampai saat ini pihaknya belum melakukan penertiban terhadap sejumlah pengusaha homestay yang diduga tidak mengantongi izin.

“Hingga saat ini belum ada laporan terkat homestay tidak berizin,” ucapnya. (hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar