Husniati, dari Durian Bangun Sarana Pendidikan

0
292
BANGKIT LAGI: Setelah dihantam gempa, Husniati kembali bangkit membangun lembaga pendidikan yang dimotorinya.

SIKUR, Warta Rinjani—Gempa yang melanda Pulau Lombok 2018 lalu seolah menjadi titik balik. Betapa tidak, tatanan perekonomian warga dibuat luluh lantah.

Jangan kan rumah warga, fasilitas sarana dan prasarana ibadah dan pendidikan tidak sedikit yang hancur. Taak heran jika kerugian materil yang diterima warga mencapai angka tak terbilang.

Adalah Husniati warga Orong Gerisak Desa Tetabatu Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur mislanya. Perempuan yang memiliki sekolah ini harus menerima fakta menyakitkan saat gempa. 

Bangunan sekolah perempuan 30 tahun tersebut ikut luluh lantah berkalang tanah. Sekolah yang dibangunnya ini sebelumnya dihidupi dari usaha homestay yang dilakoninya.

‘Waktu itu, sekolah yang pernah saya bangun mengalami kerusakan parah akibat gempa. Kemudian saya berfikir bagaimana caranya mengumpulkan dana agar sekolah tersebut bisa dibangun kembalikan,” kisah Husniati, kepada Warta Rinjani, Selasa (11/2).

Sebelum terjadi gempa bumi, tuturnya, usaha yang dijalankannya adalah penginapan (homestay). Tercatat sejak Agustus – Desember setiap tahunnya hasil yang dapat diraup dari usaha ini mencapai 100 juta selama 5 bulan.

Namun uang sebanyak itu yang telah dikumpulkan seolah menguap pasca gempa. Bayangkan saja, sejak itu tamu-tamu tidak ada yang berani datang ke penginapan miliknya.

Lantaran itu, bebernya, ia bingun hendak berusaha apalagi. Beruntung perempuan ini tak mau pendek akal. Ia pun lantas mengarahkan bisnisnya ke durian.

Singkat cerita, kebingungan Husniati terjawab. Melihat potensi alam yang ada dan berlimpah terutama buah durian disekitarnya, ia lantas mengarahkan bisnisnya ke buah tersebut. “Dari pada berlarut-larut lebih baik kita berpikir membangun desa ini kembali. Jadi saya mencoba membuat sebuah usaha online dan pengaruhnya cepat,” katanya.

Husniati dalam memulai usahanya menyiapkan modal awal sebesar Rp 10 juta. Adapun usaha yang dijalankan ini dinamakan Durian WhatsApp. 

Dengan modal tersebut, dia gunakan untuk membeli durian-durian asli Tetebatu dari warga sekitar. Saat meluncurkan produk bisnisnya, ia mengundang 30 agen BRI link yang ada. 

“Saat mengundang agen BRI Link itu ada bahasa promosi yang kami gunakan. Yakni, makan sepuasnya, bayar seikhlasnya,” terangnya.

Rupanyanya keesokan harinya, semua agen BRI link yang berjumlah 30 orang tersebut disebutnya heran dengan bahasa promo yang ditawarkan. 

Dari apa yang dilakukan itu rupanya berhasil memancing perhatian tamunya dari Jepang yang menginap kala itu. Kepada sang tamu, perempuan ini bercerita bahwa bisnis yang dilakoninya tak lain karena ingin menghidupkan kembali sekolah yang dimilikinya.

Curahan isi hati yang dibeberkan Husniati rupanya secara sengaja direkam oleh sang tamu dari Negeri Matahari Terbit itu. Dari rekaman itu pula sang tamu kemudian menghubungi LSM luar negeri untuk menggalang donasi.

“Sekolah saya rusak akibat gempa. Saya mencari dana untuk membangun kembali sekolah itu,”ceritanya kepada sang tamu.

Dari koneksi tersebut, terangnya, sang tamu sukses menggalang donasi sekitar 1000 Yen atau sekitar Rp 130 juta. Dari uang tersebut, Husniati kini sudah menyiapkan lokasi pembangunan sekolah.
“Sudah kami siapkan dengan luas sekitar 2 are dan arsiteknya langsung dari Brazil,” tutupnya. (cr-yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar