Investor Malaysia Jajaki Kerjasama Pengelolaan Sampah

0
131

SELONG, Warta Rinjani – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan pengelolaan sampah asal Malaysia.

Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi mengatakan, investor ini akan mendatangkan mesin dengan kapasitas 300 ton. Mesin ini nantinya diharapkan mampu mengurangi persoalan sampah di Kabupaten Lotim yang kini mencapai 500 ton per hari.

Mesin pengelolaan sampah senilai Rp. 500 miliar itu, jelasnya, menghasilkan daya listrik sebesar 6 megawatt. Namun, Pemkab Lotim masih berpikir panjang untuk membelinya dikarenakan terbentur aturan.

“Apabila Pemda bekerja sama dengan pihak ketiga dengan membebankan APBD harus disesuaikan dengan masa bakti kepala daerah bersangkutan,” ujarnya, Selasa (7/1).

Hanya saja, jelasnya, dengan waktu kepemimpinan kurang 4 tahun ini, sangat tidak memungkinkan untuk membeli alat tersebut. Namun, tambah Rumaksi, Pemkab Lombok Timur akan membicarakan mesin sampah bersama Pemprov NTB yang memiliki program zero waste. Kerjasama dengan Pemprov sebagai solusi yang memungkinkan untuk memiliki mesin tersebut.

“Visi misi zero waste sebagai program Pemprov NTB bisa kita gandeng. Apakah dengan cara membentuk kerjasama ‘poor financesharing’ untuk mengelolanya ataukah mengajak pihak ketiga bekerja sama dengan menyiapkan peralatannya untuk mengelolanya ,” jelasnya.

Baca Juga  Mantan Kades Banjar Sari Ditahan Penyidik Kejari Lotim

Tawaran-tawaran investor tersebut kata Rumaksi, butuh kajian. Apalagi dalam penjelasannya itu pemerintah akan diberikan pelatihan sampai mampu mengoperasikannya. Namun, APBD Lotim belum mampu untuk membelinya. Dari sisi bisnis, memiliki mesin pengolahan sampah itu untuk 5 tahun mendatang bisa menghasilkan keuntungan.

Selain menjual listrik yang dihasilkan, pun, menjual pupuk dari hasil pengolahan sampah. Baginya, sampah di Lotim menjadi perhatian serius pemerintah. Jika tidak ditangani secara maksimal berdampak pada kesehatan.

Baca Juga  Rekruitmen BPPD Tidak Transparan, DPRD Lotim Bakal Panggil Dispar

“Yang paling memungkinkan adalah bekerja sama dengan pihak ketiga. Dan suatu kewajiban bagi PLN bisa membeli listrik yang dihasilkan mesin tersebut,” paparnya. (dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar