Isu Penculikan Anak Hoaks

0
306

SELONG, Warta Rinjani–Belakangan ini ramai di media sosial masyarakat dihebohkan dengan isu penculikan anak. Isu ini nyaris merebak di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Lombok Timur (Lotim).

Kasubbag Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Jaharudin menegaskan, isu penculikan anak tersebut sebagai kabar bohong alias hoaks. Kabar ini disebutnya sudah diklarifikasi Tim Siber Polri.

“Sejauh ini polisi belum menerima laporan dari masyarakat terkait masalah penculikan anak itu,” tegasnya, Kamis (6/2).

Karena itu, ia mengimimbau kepada masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Baik video maupun gambar yang beredar.

Baca Juga  DBHCHT Triwulan I, Pemkab Lotim Terima Transfer Pusat Rp. 16 Miliar

Ia, meminta kepada masyarakat tidak turut serta menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diminta tidak ragu-ragu mengklarifikasi kebenaran kabar itu kepada pihaknya.

Selain itu, ia berharap agar masyarakat tidak mudah main hakim sendiri ketika menemukan orang yang dirasa mencurigakan. Apalagi isu yang beredar menyebutkan rata-rata pelaku penculikan berpura-pura sebagai orang gila.

“ Ada yang berkepala botak, memakai masker, menggunakan mobil tertentu dan beberapa ciri lain yang disebutkan di beberapa media sosial,” sebutnya.

Jika melihat orang yang mencurigakan, ia meminta agar sebaiknya lapor kepada petugas terdekat. Baik itu kepada kepolisian atau RT/RW. Warga diminta jangan melakukan tindakan-tindakan main hakim sendiri.

Baca Juga  Selain Somasi, ASITA Lotim Minta Rekrutmen BPPD Lotim, Diulang

Beberapa waktu lalu, terangnya, di Lombok Timur sendiri ada informasi hoaks. Kabar itu menyebutkan sekitar pukul 10.00 Wita, pada saat jam keluar main anak sekolah, tepatnya di SDN 2 Anjani hampir terjadi peristiwa penculikan dan itu berhasil digagalkan. Faktanya, tidak ada upaya penculikan anak yang terjadi di wilayah tersebut.

“Semua itu dipastikan kabar hoaks yang hanya meresahkan warga,” katanya.

Kepada masyarakat diminta tetap memantau keberadaan buah hatinya. Jangan sampai isu penculikan anak terseut membuat para orang tua resah sehingga aktivitas rutin diabaikan. (cr-yk)

Hairul Subawaih/Warta Rinjani

FOTO: IPTU Lalu Jaharudin

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar