Jadi Kampung KB, Masbagik Utara Baru Mulai Dilirik

0
180
CINDERAMATA: DPPKB Kota Palembang memberikan cinderamata kepada Pemdes Masbagik Utara baru sebagai tanda jalinan silaturrahmi. (Hairul Subawaih/Warta Rinjani)

MASBAGIK, Warta Rinjani—Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai kampung KB. Ditetapkannya desa ini sebagai kampung KB lantaran capaian-capaiannya dalam layanan kesehatan dan kependudukan cukup bagus.

Kamis (27/2), desa ini dikungjungi oleh jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang. Kunjungan instansi itu tidak lain untiuk studi banding.

Sekertaris DPPKB Kota Palembang, Iman Hadyat menyebutkan, kunjungannya ke kampung KB Sayang Ibu Masbagik Utara Baru untuk belajar tentang pengelolaan rumah data kependudukan yang ada di desa tersebut. “Kami melihat kampung KB yang ada di sini sudah lebih maju dan bagus terutama cara pengelolaan rumah datanya,” sebutnya.

Dari hal itu, pihaknya merasa perlu belajar dan mencontoh apa yang sudah diperbuat kampung KB Sayang Ibu di Masbagik Utara Baru tersebut. Hasil belajar di kampung tersebut dipastikan akan ditelurkan selepas pulang kunjungan di Kota Palembang.

Baca Juga  Curanmor Modus Tebus Lagi Marak di Lotim, 7 Pelaku Diamankan

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, Lalu Nuzulul Kuswan menyebutkan, kunjungan ini sangat baik untuk menjalin silaturrahmi kedua belah pihak. Hal-hal positif yang ada di Desa Masbagik Utara Baru hendaknya bisa diterapkan di Kota Palembang.

Kuswan mengatakan, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bisa saja kemajuan suatu wilayah dipublikasikan. Apalagi sekarang ini Indonesia sudah ditetapkan sebagai negara maju oleh dunia internasional.

“Dengan cara demikian masyarakat di luar NTB bisa mengenal dan mengakses informasi seputar itu,” katanya.

Baca Juga  Gubernur NTB Ajak Pemuda Lakukan Perubahan

Sementara itu, Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Hairul Ihsan dalam sambutannya menyebutkan, bahwa keberhasilan kampung KB yang sudah dirintisnya sejak awal masa kepemimpinannya tidak terlepas dari potensi yang dimiliki oleh desanya. 

“Pelayanan hak dasar masyarakat, kesehatan yang memadai, pendidikan yang baik dan mempertahankan nilai kearifan lokal merupakan prioritas layanan kami,” sebutnya.

Selain potensi itu, dibidang kesehatan capaiannya tidak ada bayi dan balita yang masuk ketegori gizi buruk di desa yang dipimpinnya. Sehingga dengan capaian tersebut ia diberikan reward oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

“Berdasarkan SK desa ini juga ditetapkan sebagai desa siaga,” katanya.

Adapun mengenai kampung KB Sayang Ibu, sebut Ihsan, awalnya didirikan pada bulan November 2016. Hanya saja baru pada Februari 2018 dikukuhkan. 

“Dalam fase perjalanannya, Kampung KB ini membuktikan kinerja yang luar biasa,” sebutnya. (yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar