Jejak Kolonial Hingga Pohon Leci di Pesanggrahan Timbanuh

0
860

PRINGGASELA, Warta Rinjani—Mengunjungi Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela Lombok Timur (Lotim) akan ditemukan sensasi tersendiri. Desa yang belakangan mulai dilirik sektor pariwisatanya ini menyimpan keindahan tersendiri.

Salah satu obyek wisata yang bisa ditemui di desa ini adalah Wisata Pesanggrahan. Di area wisata ini berdiri sebuah rumah tua dilengkapi kolam.

Konon, dari penuturan warga. Rumah yang berdiri di areal Pesanggrahan ini tercatat sebagai salah satu jejak kolonialisme Belanda. Bangunan tersebut masih utuh meski usianya sudah sangat tua.

Berdiri di areal yang cukup luas, pemandangan di wisata Pesanggrahan ini sangat menyegarkan mata. Karpet permadani berwarna hijau seolah terhampar begitu rupa dengan adanya sawah-sawah warga yang mengitari sekeliling.

Keberadaan sawah yang terhampar luas itu, tidak saja memanjakan mata. Sawah-sawah yang tersusun naik turun itu menjadi komoditi wisata khas pedesaan.

Masih dari lokasi wisata Pesanggahan, di tempat masih temukan sejumlah pohon leci. Pohon yang berasal dari Eropa itu dapat dinikmati pengunjung saat sedang berbuah.

Baca Juga  Perekonomian Lotim Turun Tapi Masih Dalam Zona Aman

Saat dijumpai Warta Rinjani, penjaga Wisata Pesanggrahan Timbanuh, Taufik menceritakan, sejak wisata ini diambil alih pengelolaannya oleh Dinas Pariwisata (Dispar) setempat, kunjungan mulai terlihat. Selain itu, di tempat ini juga sering digelar kegiatan.

Sebelum diambil alih, terangnya, biasanya para kepala daerah di Lotim kerap menjadikannya sebagai tempat peristirahatan. Tak heran jika Pesanggarahan ini kerap pula disebut pendopo 3.

“Semenjak diambil alih oleh Dispar Lotim, kunjungan ke sini mulai ramai. Mungkin dulunya dikira masih dijadikan kantor oleh masyarakat sehingga sepi, jelasnya, Selasa (11/2).

Dulu, lanjutnya, pengunjung dilarang ke tempat ini. Namun itu sudah tidak berlaku sejak pengelolaannya di bawah naungan Dispar Lotim.

Sejak tempat itu dibuka untuk umum, jelasnya, tidak sedikit kegiatan yang dilangsungkan. Beberapa waktu lalu, ada juga kegiatan mahasiswa di tempat tersebut.

Baca Juga  Wagub NTB Minta Dukungan Akademisi Sukseskan Revitalisasi Posyandu

“Ada juga anak pramuka dan karang taruna yang menjadi tempat ini sebagai lokasi kegiatan,” terangnya.

Dalam catatannya, setiap hari pengunjung yang datang ke tempat ini disebutnya mencapai puluhan orang. Kunjungan tersebut terutama datang dari kalangan millenial.

Katanya, setelah tempat ini dikelola Dispar Lotim, rencananya pada tahun 2020 ini akan berikan dana sebesar Rp 4,5 miliar. Dana sejumlah itu akan digunakan untuk penataan kolam.

Kolam yang sudah ada di tempat ini desainnya sudah usang dan ketinggalan zaman. Dibutuhkan model kolam yang lebih bernuansa wisata agar tempat ini semakin menarik.

“Dana yang ini digunakan untuk penataan kolam dan di sebelah utara akan dibangunkan taman bacaan edukasi. Di bagian selatannya akan dibuatkan ruangan untuk penginapan,” tegasnya.

Khusus untuk penginapan ini dihajatkan bagi pasangan yang sudah menikah.

Dengan adanya sejumlah fasilitas ini diharapkan agar pengunjung tidak saja datang berlibur. Lebih dari itu, tempat ini bisa dijadikan sebagai tempat wahana belajar pula. (cr-sul)

Sulpi/Warta Rinjani

BANGUNAN TUA: Inilah bangunan tua yang konon dibangun pada masa kolonial Belanda diarea wisata Pesanggrahan.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar