Jelang Ramadhan, Polres Lotim Musnahkan Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Rinjani

0
99

LOMBOK TIMUR – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Gatarin 2021 Polres Lombok Timur yang berlangsung 29 Maret hingga 11 April 2021 berhasil menjaring sejumlah kasus kriminal termasuk penyakit masyarakat lainnya.

Dalam keterangan pers bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di halaman Polres Lombok Timur Senin (12/4), Kapolres Lombok Timur AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK, MH, menegaskan bahwa operasi yang dilakukan selama 14 hari tersebut, Polres Lotim berhasil mengungkap berbagai kasus miras, perjudian dan prostitusi.

Untuk kasus Miras sendiri, berhasil terungkap sejumlah 67 kasus dengan 90 tersangka. Sedangkan Target Operasi (TO) sebanyak 4 orang dan non TO 86 orang.

Dari 90 orang tersangka tersebut diamankan BB berupa, miras jenis brem sejumlah 713 liter. Diantaranya, 66 botol plastik, 55 kantung plastik, 13 ember, 9 bak plastik, 15 jerigen dan 12 galon air.

Baca Juga  Kadis Kominfotik NTB Targetkan 100 Persen Badan Publik NTB Informatif

“Miras jenis tuak sejumlah 1.505,5 liter. 1.141 botol plastik, 94 kantung plastik dan 8 jerigen, Beer bintang sejumlah 32 liter (52 botol kaca), Beer hitam sejumlah 620 ml (1 botolbkaca), Anggur merah sejumlah 620 ml (1 botol kaca), Beer bali hay 620 ml (1 botol), Beer Prost 1,2 Liter (2 botol), Beer bintang 17 liter (34 botol kecil), Beer bintang 5 liter ( 16 kalengkecil), Beer Bintang 5 liter (15 kalengbesar), Beer angker 1 liter (3 kaleng), Beer Draf 6 liter (20 kaleng), Plaga 1 liter (2 botol), Beer San Meguel 620 ml (1 botol),” sebut Tunggul.

Adapun untuk kasus judi, berjumlah 5 kasus dengan tersangka 12 orang. Target operasi (TO) 1 orang dan Non (TO) 11 orang.

“Barang bukti yang berhasil di sita dari 12 orang tersangka tersebut berupa, uang tunai sejumlah Rp. 2.414.000,00. Kartu remi sejumlah 4 set. HP sejumlah 7 buah. Pesanan nomor togel sejumlah 2 lembar,
Rekapan nomor togel sejumlah 2 lembar serta alat tulis lainnya,” terangnya.

Baca Juga  Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Sedangkan kasus prostitusi, kata dia, tidak ditemukan dalam.operasi pekat lalu.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Lotim, H. Sirojudin menyatakan, mengapresiasi langkah Polres Lotim dalam memberantas penyakit masyarakat terutama di Lotim.

Selain itu, operasi dilakukan dalam rangka mempersiapkan masyarakat Lotim menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

“Kami bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat akan bersinergi dalam memerangi barang haram ini. Termasuk bersama-sama Polri memusnahkan barang haram ini,” ujar Sirojuddin dalam acara pemusnahan barang bukti hasil pekat itu. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar