Kabel PLN Rendah Bikin Warga Resah

0
484

SAKRA, Warta Rinjani—Jaringan kabel listrik di Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, mejadi keluhan warga. Pasalanya, kabel listrik di desa tersebut sudah kendor bahkan hampir menyentuh tanah. 

“Kabel listrik di beberapa dusun di desa ini menjadi keluhan warga,” kata Kepala Desa Sakra Selatan, Mahdi, Senin (10/2).

Ia mengatakan, kabel listrik yang berda di beberapa dusun sudah menyentuh tanah. Bahkan, kabel ini melewati kebun dan nempel di atap rumah warga. Jika dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi korban. 

Pada musim penghujan seperti saat ini, terangnya, petani selalu was-was karena posisi kabel yang rendah. Terhadap kondisi kabel inipun sebenarnya sudah disampaikan kepada Gubernur NTB saat berkunjung Desember lalu di desa itu.

Dalam kunjungan orang nomor satu di NTB tersebut, jelasnya, permintaan warga hanya tiang listrik. Permintaan ini agar kabel listrik terutama di dua dusun yakni Dasan Bagek dan di Dusun Kesuit ditinggikan.

Kata Mahdi, rata-rata tiang listrik di desa ini juga terlihat sudah tua. Tiang tersebut ditaksir berumur hampir sudah 40 tahun. Bahkan saking tuanya, jika datang musim penghujan tiba-tiba saja terjadi korsleting listrik.

“Namun kita akui sampai sejauh ini belum bersurat ke pihak PLN,” ujarnya. 

Baca Juga  Bang Zul : Anak Muda Harus Bisa Menyatukan

Ia meastikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan bersurat secara resmi ke PLN. Ia akan meminta kepada PLN meninggikan kabel tersebut sebelum ada korban jiwa.

Terpisah, Kepala Wilayah Kesuit, Mustamin mengatakan, saat kunjungan gubernur sudah disampaikan. Apa yang disampaikan itu disebutnya sebagai aspirasi warga setempat.

Bayangkan saja, jelasnya, kabel yang digunakan adalah kabel biasa. Dimana kabel tersebut untuk memnuhi memasok kebutuhan 450 kwh yang ada di Dusun Kesuit. 

Pihak dari PLN, kata Mustamin, sudah melakukan survei. Hanya saja hasil survei tersebut hingga kini belum ditindaklanjuti.

“Hanya disurvei saja, tapi belum ada realisasi. Kita hanya butuh tiang agar kabel tersebut tidak kendor,” ungkapnya.

Pengadaan kabel ke dusun ini saja, terangnya, warga setempat bahkan urunan. Kabel tersebut dipastikan bukan dari pihak PLN.

Berbeda dengan warga Dusun Grepek, Desa Sakra Selatan bernama Opik. Ia mengatakan merasa dibohongi karena listriknya dicabut. Namun, setelah dicabut tidak ada pengganti.

Alih-alih diganti, ia hanya disisakan instalasi yang menurutnya tidak dikerjakan dengan serius. 

“Masak saya disuruh bayar Rp 800 ribu. Padahal ini kilometer pasca bayar. Kilometer saya dibawa, hanya tersisa kabel listrik yang nyetuh ke atap rumah,” keluhnya.

Baca Juga  Pemprov NTB Tuai Pujian Konsil Kedokteran Indonesia

Buntut buruknya pemasangan instalasi itu, ia mengaku adiknya pernah disetrum dan tangannya terkelupas.

Terpisah, Manajer PLN Selong Lombok Timur, Riki Djatmika mengakui menerima laporan adanya jaringan listrik yang membentang di pemukiman penduduk. Namun, ia membantah jika jaringan itu bagian dari pekerjaan PLN. 

Setelah ditelusuri ternyata jaringan listrik bertegangan rendah itu merupakan hasil swadaya masyarakat. “Kami sudah koordinasikan dan akan memperbaiki jaringan kabel yang turun dengan menambah sebanyak 6 tiang di beberapa titik lokasi. Tetapi, desa diharapkan menyiapkan sedikit lahan untuk penancapan tiang dimaksud,” ujar.

Selain tiang jaringan, pihak PLN memasang konduktor yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Sebab, jaringan di Desa Sakra Selatan tersebut akan dipasang Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sebanyak 300 pasang.

Riki juga membantah bahwa ada oknum PLN yang menarik uang masyarakat untuk melayani pemasangan jaringan. Namun ia mengingatkan agar masyarakat tidak melayani oknum-oknum yang mengaku dari pihak PLN yang berupaya meminta sejumlah uang. 

“Kalau ada oknum-oknum seperti itu, tanyakan namanya bila perlu ambil gambarnya, lalu serahkan kepada manajemen PLN Selong,” tegas Riki.

Dia menambahkan, sejauh ini permintaan akan pemasangan jaringan listrik ke masyarakat cukup besar. Terutama di wilayah selatan lainnya seperti di Kecamatan Jerowaru dan Sakra yang diperkirakan sebanyak 50 titik jaringan. (cr-pol/dy) 

Saipul Yakin/Warta Rinjani

TERLALU RENDAH: Kabel listrik PLN yang melintas di atas tanah warga di Dusun Kesuit terlalu rendah.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar