Kasus Dermaga Labuhan Haji, Kepala Disdukcapil Lotim Diperiksa Penyidik Jaksa

1
463

LOMBOK TIMUR – Setelah Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) berinisial MLK dan Konsultan Pengawas inisial A, dimintai keterangan, giliran mantan Pelaksanaan tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) inisial STI, diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Kamis (25/3).

STI, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Timur itu diperiksa sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat pelaksanaan proyek Kolam Labuh Dermaga Labuhan Haji dikerjakan tahun 2016 silam.

Kepala seksi (Kasi) Intelijen Kejari Lombok Timur, M. Rasyidi, SH menyebutkan bahwa STI diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana penyimpangan proyek Dermaga Labuhan Haji.

Baca Juga  Gubernur NTB Buka Ruang Dialog yang Tertutup Selama 25 Tahun

“Ya, STI diperiksa mulai pukul 10.30 wita sampai dengan pukul. 13.00 wita dalam perkara penataan dan pengerukan pelabuhan Labuhan Haji tahun 2016 lalu,” ujar Rasyidi kepada wartawan, Kamis (25/3).

STI tambah Rasyidi, menjawab 32 pertanyaan yang diajukan penyidik kejaksaan. Namun, Rasyidi menolak untuk menjawab kewenangan STI dalam mencairkan dana sebagai uang muka proyek tersebut sebesar 20 persen dari nilai total kontrak Rp. 38.9 miliar lebih itu.

“Kami belum bisa menjawab kepada media atas kewenangan STI sebagai Plt Kadis PUPR Lotim saat itu. Karena sudah masuk pada materi pemeriksaan,” ujar Rasyidi.

Baca Juga  Wabup Lotim : Setiap Kecamatan Harus Memiliki Group Qasidah

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur, Lalu M. Rasyidi, SH yang juga Koordinator Penanganan Kasus Dugaan Tipikor Pengerukan Kolam Labuh Labuhan Haji, mengungkapkan bahwa disinyalir proyek itu merugikan negara hampir puluhan miliar.

Ini ini sama sekali tidak dikerjakan. Meskipun pihak kontraktor sudah menerima uang muka sebesar 20 persen hingga dilakukan pemutusan kontrak.

Karena tidak dikerjakannya proyek tersebut Pemda Lotim melakukan penagihan uang muka yang sebelumnya disetorkan melalui salah satu bank di Bandung. (wr-dy)

1 KOMENTAR

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar