Kasus RTG, Penyidik Tunggu Perhitungan BPKP

0
389

SELONG, Warta Rinjani – Penyidik Polres Lombok Timur terus mendalami keterlibatan pihak lainnya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Timur, beberapa waktu lalu.

AW, salah satu aplikator pembangunan RTG, hingga batas waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan kewajibannya. Yang bersangkutan diharuskan membangun 40 unit RTG sesuai kesepakatan kontrak dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas).

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama SIK mengungkapkan, sudah 7 orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk AW apliktornya RTG.

Dalam menentukan adanya kerugian negara, penyidik bekerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) untuk menghitung besaran volume pekerjaan. Dari hasil perhitungan tersebut, penyidik sudah mendapatkan hasilnya.

Baca Juga  Yuli, Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

Selanjutnya, penyidik mendatangi BPKP dengan menggelar ekspose perkara untuk menghitung dan mendapatkan nilai nominal dari kerugian negara tersebut.

“Aplikatornya sudah menerima anggaran sebesar Rp. 1 miliar dan 50 persennya akan dilakukan perhitungan volume untuk dituangkan seberapa besar nominal dari pekerjaan itu,” katanya, Sabtu (8/2).

Jika sudah didapatkan kerugian negara, terangnya, baru pihaknya akan memanggil aplikator. Sejauh ini, penyidik masih menunggu perhitungan yang dilakukan BPKP.

AW pemegang kontrak pembangunan RTG beralamat di Palembang. Namun, yang menandatangani kontrak tersebut ternyata anaknya. Kendati demikian, AW sebelumnya terlibat langsung saat survei lapangan dan melakukan kontrak dengan Pokmas.

Baca Juga  Pemprov NTB Ajak Masyarakat dan Influencer Dukung Sulis di LIDA 2021

“Yang menerima anggaran RTG itu anaknya sendiri dan seharusnya menyelesaikan sebanyak 40 unit RTG,” ujarnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, AW, aplikator RTG diduga melarikan diri karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu berakhir. Diduga, dana bagi pembangunan RTG senilai Rp 1 miliar ikut raib dibawa pelaku.

Buntut kelakuan AW ini membuat fisik pekerjaan pembangunan RTG di beberapa wilayah mangkrak. (dy)

Suhaidi/Warta Rinjani
FOTO : AKP I Made Yogi Purusa Utama SIK

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar