Keruk Kekayaan Lotim, Tapi Tidak Ada CSR Untuk Daerah

0
248

LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyayangkan sejumlah perusahaan besar yang mengeruk kekayaan didaerah ini, tapi tidak mau mengeluarkan dana Community Social Responsibility (CSR).

Padahal, kata Sukiman Azmy, perusahaan itu mengambil banyak keuntungan dari hasil kekayaan alam di Gumi Patuh Karya ini.

foto : Bupati Lombok Timur Drs. HM. Sukiman Azmy, MM (doc)

Dia menyebutkan, begitu banyak yang punya stone crusher atau pemecah batu di Pringgabaya. Akan tetapi, mereka tidak pernah menengok ke daerah ini. Padahal yang diolah itu sumber daya alam Lotim.

Baca Juga  Kabur Saat Pelatihan di BLKLN Jatim, CPMI Asal Lotim Alami Patah Tulang

“Mungkin 40 unit jumlahnya, tapi mereka tidak pernah kesini. Padahal dia mengambil sumber daya alam dari bumi ini. Contohnya, pasir, material batu kemudian membawanya keluar dari daerah ini sebagai bahan komoditi. Tapi kepeduliannya tidak ada,” jelas Sukiman Azmy, Selasa, (25/5).

Disaat situasi Covid-19 pun, mereka tidak pernah datang walaupun hanya membawa masker. Diakuinya, dirinya hanya bisa mengimbau perusahaan-perusahaan tersebut agar turut peduli.

Baca Juga  Kapolda NTB : Polisi dan Pemuda Bersinergi Menjaga Kondusifitas

Baginya, pemerintah juga tidak mau membebani dengan berbagai pungutan. Karena, perusahaan-perusahaan itu menganggap bahwa izinnya sudah dibayarkan.

“Izin kita tidak pernah tahu, itu urusannya pemerintah provinsi, kita hanya dapat ‘berkahnya’ saja,” katanya.

Adapun perusahaan-perusahaan yang sudah mengeluarkan CSR itu adalah BUMN, jajaran-jajaran Bank yang ada di Lotim. Sementara perusahaan lainnya tidak pernah ada. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar