Kesal, Warga Amuk Tambang Pasir di Korleko

0
201

LABUAN HAJI, Warta Rinjani – Merasa dirugikan, sejumlah masyarakat Desa Korleko melakukan aksi di beberapa areal tambang pasir yang beroperasi di desa itu. Peserta demonstrasi yang banyak dari kalangan petani dan peternak nampak anarkis.

Pantaun Warta Rinjani, sejumlah warga yang terlibat dalam demo itu melempari alat-alat berat di lokasi tambang. Salah satu titik sasaran amarah warga ini terjadi di tambang pasir PT Rizki Segara Anak milik H Agus.

Warga terdampak, Lalu Fahmi mengatakan, lokasi kegiatan penambangan telah lama dilaporkan. Laporan disebutnya sudah dilayangkan sejak 2015 lalu. Namun begitu, respon pihak terkait dinilai lamban, bahkan tidak ada sama sekali.

Lambannya respon pihak terkait disebutnya sebagai salah satu pemicu amarah masyarakat. Terlebih dalam operasinya tambang pasir ini dianggap sangat merugikan perani dan warga lainnya.

“Kami sudah beberapa kali melayangkan laporan, tapi  tetap saja penambangan dilakukan. Sempat disetop, namun tidak lama kemudian operasional alat berat dihidupkan kembali,” ujarnya, rabu (29/1).

Baca Juga  Bunda Niken Tegaskan PKK NTB Siap Menjadi Organisasi Modern

Senada disampaikan Kepala Desa Korleko, Wildan. Ia mengungkapkan, dirinya dan dua kepala desa terdampak lainnya telah melayangkan laporan kepada dinas terkait. Namun begitu respon yang didapatkan tetap sama. Untuk itu, ia meminta kepada pihak terkait untuk segera menertibkan lokasi tambang pasir tersebut.

Tak ragu Wildan menyebutkan beberapa tambang pasir di wilayah itu beroperasi ilegal.

“Saya bersama kepala desa terdampak telah melaporkan aktivitas ini. Namun tetap saja dilakukan penambangan,” ujarnya.

Di Korleko, jelasnya, ada tiga tambang yang tidak berijin. Namun dari banyak tambang yang beroperasi, hanya PT Rizki Segara Anak yang sudah berizin.

Sementara itu, penanggung jawab galian C, PT Rizki Segara Anak, M Saleh mengatakan, kejadian mengakibatkan pihaknya tidak akan mengoperasikan alat-alatnya hingga waktu yang belum ditentukan. Alat akan dioperasikan sampai kondisnya benar-benar memungkinkan.

Baca Juga  Mantan Kades Banjar Sari Ditahan Penyidik Kejari Lotim

Tindakan yang diambil Saleh ini cukup beralasan. Terlebih massa demonstrasi menekan perusahaan ini menandatangani kesepakatan agar tidak beroperasi lagi. Pihaknya berjanji siap tidak mengoperasikan alat-alatnya hingga situasi memungkinkan.

“Saya akan tutup sementara operasional galian C ini. Kalau beroperasi kembali, saya jaminannya, saya sanggup menerima konsekuensinya,” kata Saleh.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, H Marhaban mengatakan, sampai sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke pihaknya. Jika ada laporan, dipastikan akan direspon.

“Karena ini ada informasi yang kita terima. Kita akan turun besok melihat ke lokasi,” ujarnya.

Tindakan ini diambil demi memastikan kepada warga bahwa institusi yang dipimpinnya tidak diam. Pihaknya selalu memberi respon cepat terhadap masalah yang terjadi.

Akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan warga, praktis sejumlah petugas mengawal jalannya aksi tersebut. Pengawalan ini diberikan dengan harapan agar kericuhan tidak melebar. (cr-hen)

Berita & Photo : Hendri Setiawan/Warta Rinjani
Berita Photo : “UNJUK RASA” Warga Desa Korleko menggelar unjuk rasa terhadap perusahaan tambang pasir ilegal yang beroperasi di desa itu.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar