Ketua DPRD:  Hibah Bank Islam Dunia Bisa Berdampak bagi Lombok Timur

0
114

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net – Lahan eks PT Sembalun Kusuma Emas (SKE) seluas 555 hektar di wilayah Sembalun, Lombok Timur dapat dimanfaatkan agar memiliki nilai ekonomis tinggi.

Apalagi, Pemkab Lotim memperoleh dana hibah dari Bank Islam Dunia sebesar Rp. 89 miliar untuk pengembangan Sembalun menjadi kawasan terpadu.

Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, SPd menegaskan, Sembalun menjadi kawasan ekonomi terpadu sedapat mungkin dimanfaatkan agar bisa memberikan dampak positif bagi semua pihak.

Tetapi, kata Murnan, pemerintah pun harus punya konsep terpadu  memanfaatkan lahan Hak Guna Usaha (HGU) tersebut untuk kepentingan yang lebih besar.

“Pemerintah harus memiliki rencana untuk membangun agro wisata, agro tekno park serta pelibatan masyarakat dengan lebih maksimal.
Kalau lahan itu dipergunakan secara maksimal maka tidak ada tanah yang diperebutkan dan tidak ada tanah yang menganggur,” jelas Murnan kepada wartawan.

Baca Juga  Perekonomian Lotim Turun Tapi Masih Dalam Zona Aman

Apabila lahan itu tidak difungsikan secara baik dan benar tambah Murnan, maka ujung-ujungnya masyarakat akan berusaha menguasainya, karena dianggap tidak dimanfaatkan.

Kucuran dari Bank Islam Dunia, kata dia, memiliki multiflier effect bagi masyarakat. Memanfaatkan lahan dengan cara memberdayakan masyarakat disamping menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, merupakan tujuan utama. Bahkan, dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Lotim.

Murnan mencontohkan, dengan bantuan dana hibah itu banyak hal yang bisa dilakukan, semisal membangun produk eko wisata yang dilakukan menggunakan sistem pembibitan bawang putih.

“Kegiatan nyata ini bisa dikembangkan supaya Sembalun menjadi sumber bibit bawang putih yang menjadi produk unggulan. Bila perlu menjadi produk eksport,” jelasnya.

Baca Juga  Wagub NTB Minta Dukungan Akademisi Sukseskan Revitalisasi Posyandu

Tidak cuma itu, Sembalun juga dijadikan sebagai lokasi penelitian, pariwisata termasuk peternakan. Sehingga program kegiatan betul-betul nyata dan terintegrasi dengan semua sektor.

“Selama ini masyarakat banyak beternak di gunung. Sehingga banyak ternak yang mati. Dengan sistem itu nantinya dapat mematahkan klaim pak Wabup kalau program yang direncanakan itu dinilai gagal,” kata Murnan.

Hanya saja, semua itu tergantung pemerintah setempat. Sistem  pengelolaannya yang harus direncanakan secara matang.
Sejauh ini kata Murnan, dewan belum mendapat kejelasan arah rencana yang disodorkan oleh Pemda.

“Kita harapkan dana hibah itu nantinya dipergunakan secara serius. Bukan sekedar proyek-proyekan,” pintanya. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar