Kinerja Eksekutif Bagus, Tapi Masih Perlu Perbaikan

0
64

LOMBOK TIMUR – Laporan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban APBD 2020 dan Revisi Visi Misi RPJMD Lotim 2020 mendapat apresiasi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur.

Wakil Ketua DPRD Lotim H. Daeng Paelori, SE mengemukakan, kinerja eksekutif dalam penggunaan anggaran tahun 2020 masih cukup bagus meski dimasa pandemi Covid-19.

Namun, ada sejumlah catatan sesuai laporan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang harus diperbaiki.

“Temuan dari BPK inilah yang disampaikan ke dewan untuk perlu dilakukan perbaikan,” ujar Daeng Paelori yang juga Ketua DPD Partai Golkar Lombok Timur itu kepada media ini.

Masih kata Daeng, temuan-temuan BPK tersebut tidak ada yang substantif hanya berkutat pada kinerja pemerintahan dan audiens asset daerah.

Baca Juga  Pemkab Lotim Terima Bantuan KJA Senilai Rp. 10 Miliar

“Dewan mengecek temuan itu. Memang ada tapi lebih kepada kinerja saja. Dan kekurangan kita itu kemudian kita inventarisir dengan baik. Contohnya, ada temuan simpan pinjam dari tahun sebelumnya,” paparnya.

Secara komulatif tambah dia, penggunaan APBD 2020 Lotim masih on the track. Dan penilaiannya pun masih dinilai cukup bagus.

Demikian pula penyerapan anggaran yang sudah mencapai 97 persen. Bagi kalangan legislatif, penyerapan anggaran tersebut masih cukup bagus pula. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini.

Daeng Paelori juga menyoroti tentang revisi Perda visi misi RPJMD Lotim 2020.
Dia menilai, pencapaian itu belum memenuhi target. Sehingga perlu dilakukan perubahan. Alasannya, lagi-lagi karena pandemi.

Baca Juga  Kapolda NTB Nilai Kapolres Lotim dan Jajaran Gagal Tegakkan Hukum

“Banyak anggaran yang dialihkan. Ini berpengaruh terhadap program yang sudah berjalan. Refocussing dan re-alokasi anggaran tahun 2020 lebih menitik beratkan pada penanganan Covid-19,” kata dia.

Tetapi, diakuinya penggunaannya masih dalam koridor. Hanya saja belum maksimal.
Karenanya, lembaga dewan telah memberikan saran kepada Pemkab Lotim harus fokus bekerja sesuai dengan visi misi awal. Apalagi program itu dapat diselesaikan dimasa penghujung jabatan bupati.

“Program yang paling utama adalah penguatan infrastruktur termasuk pengelolaan air. Walaupun secara kuantitas tidak terpenuhi tapi setidak-tidaknya suistanable,” jelas Daeng. (wr-di)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar